Trending Bisnis: Resesi Bakal Picu PHK Hingga Erick Thohir Rombak Direksi PT Pos
TEMPO.CO | 25/09/2020 06:27
Menteri BUMN Erick Thohir saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti
Menteri BUMN Erick Thohir saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Kamis, 24 September 2020, dimulai dari prediksi ekonom soal resesi yang bakal berpotensi picu gelombang besar PHK dan Presiden Jokowi yang menugasi Prabowo cadangan pangan singkong di food estate.  

Ada juga soal Erick Thohir yang merombak direksi PT Pos Indonesia dan taipan air kemasan Zhong Shanshan yang menggeser Jack Ma menjadi orang terkaya di Cina. Selain itu, ada berita tentang rektor UI yang mengomentari ancaman resesi. 

Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

1. Ingatkan Pemerintah, Ekonom: Resesi Berpotensi Picu Gelombang Besar PHK

Reses yang diakibatkan oleh pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua triwulan berturut-turut akan menimbulkan serentetan konsekuensi. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengungkapkan pelemahan kinerja dunia usaha dan perekonomian yang terus berlanjut berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masif, sehingga meningkatkan tingkat pengangguran dan kemiskinan. 

“Pemerintah harus merespon dengan perluasan cakupan bantuan sosial, alokasinya ditambah dan distribusinya dipercepat,” ujarnya kepada Tempo, Rabu 23 September 2020.

Pelbagai bantuan sosial dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang menggerus pendapatan dan melemahkan daya beli. Faisal berujar desain bantuan yang dibutuhkan harus menyasar target seluas-luasnya penerima khususnya untuk kalangan paling terdampak pandemi, seperti segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Misal untuk bantuan dana tunai  bagi pelaku usaha mikro itu kan targetnya baru 12 juta, padahal jumlah pengusaha mikro itu seluruhnya mencapai 63 juta,” ucapnya.

Simak selengkapnya mengenai PHK di sini.

2. Jokowi Beri Tugas Prabowo Tanam Singkong di Lahan 30 Ribu Hektare

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menargetkan menanam singkong di lahan seluas 30.000 hektare pada 2021. Hal itu dilakukan Prabowo selaku penanggung jawab proyek yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembangunan lumbung pangan atau food estate.

Prabowo mengaku mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurus cadangan pangan singkong di food estate. Prabowo menyatakan siap mengubah singkong menjadi bahan pangan untuk membuat roti dan mie.

"Garis besarnya itu, bahan pangan untuk roti, nasi dari singkong dan juga mie. Indonesia konsumen mie kedua terbesar di dunia dan kita ingin menjamin bahwa kita tidak tergantung dari persediaan luar negeri,” kata Prabowo usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Rabu, 23 September 2020.

Dia pun menargetkan luas area lahan singkong 30.000 hektare pada 2021. Selanjutnya, luas lahan yang digarap akan meningkat hingga mencapai 1,4 juta hektare pada 2025.

Baca selengkapnya mengenai Prabowo di sini.

3. Erick Thohir Rombak Direksi PT Pos, Mantan Bos Telkom Faizal Rochmad Jabat Dirut

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran direksi PT Pos Indonesia (Persero). Ia menunjuk Faizal Rochmad Djoemadi sebagai direktur utama perusahaan menggantikan Gilarsi Wahyu Setijono.

“Dewan komisaris selaku wakil pemegang saham Pos Indonesia mengucapkan terima kasih kepada beberapa anggota direksi lama yang sudah tidak bertugas lagi,” tutur Sekretaris Perusahaan Pos Indonesia Pupung Purnama dalam keterangan tertulis yang disampaikan humas, Kamis, 24 September 2020.

Farizal Rochmad sebelumnya menjabat sebagai Direktur Digital Business PT Telekomunikasi Indonesia. Ia pernah menjadi Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia International atau Telin, anak usaha Telkom.

Simak selengkapnya mengenai Erick Thohir di sini.

4. Jadi Orang Terkaya Cina, Taipan Air Kemasan Zhong Shanshan Geser Jack Ma

Taipan bisnis air kemasan dan vaksin Zhong Shanshan menjadi orang terkaya di Cina. Dia mengambil alih posisi yang sebelumnya diduduki pendiri Alibaba Group, Jack Ma.

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, chairman Nongfu Spring, Zhong Shanshan, memiliki kekayaan hingga US$ 58,7 miliar per hari Rabu, 23 September 2020, US$2 miliar lebih banyak dari Jack Ma yang berada di bawahnya.

Zhong sekarang menjadi orang terkaya kedua di Asia, di belakang Mukesh Ambani dari India, dan merupakan orang terkaya ke-17 di dunia, di depan Charles Koch dan Phil Knight.

Baca selengkapnya mengenai orang terkaya di sini.

5. Soal Ancaman Resesi, Rektor UI Analogikan dengan orang Demam yang Mulai Pulih

Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro menganggap ada tren perbaikan dari proyeksi Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 yang disebut akan memasuki resesi. Sebab, proyeksi ekonomi kuartal III 2020 lebih baik dari kuartal II 2020. "Resesi itu kayak demam," kata Ari kepada Tempo di Jakarta, Rabu, 23 September 2020.

Dia menganalogikan tren perbaikan ekonomi kuartal III dibanding kuartal II dengan orang demam. Awalnya, orang tersebut demam dengan suhu tubuhnya 40 derajat Celsius. Keesokan harinya, turun jadi 38 derajat Celsius. Menurut Ari, orang itu masih demam, tapi suhu tubuhnya sudah menurun. Kata Ari, analogi ini yang terjadi pada ekonomi Indonesia.

Selasa lalu, Sri Mulyani memproyeksikan ekonomi kuartal III 2020 bisa minus hingga 2,9 persen. Angka ini lebih baik dibandingkan realisasi ekonomi di kuartal II yang minus 5,32 persen.

Simak selengkapnya mengenai pertumbuhan ekonomi yang bakal memasuki resesi di sini.

Baca: Resesi Berpotensi Picu Gelombang PHK, BP Jamsostek Diminta Lakukan 4 Hal Ini


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT