Raja Salman Minta Dunia Bersatu Agar Iran Tidak Punya Senjata Pemusnah Massal
TEMPO.CO | 24/09/2020 23:03
Raja Salman bin Abdulaziz hadir melalui tautan video KTT G20 yang digelar virtual tentang penyakit virus Corona (COVID-19), di Riyadh, Arab Saudi 26 Maret 2020. [Bandar Algaloud / Atas perkenan Kerajaan Saudi / Handout Kerajaan Saudi via REUTERS]
Raja Salman bin Abdulaziz hadir melalui tautan video KTT G20 yang digelar virtual tentang penyakit virus Corona (COVID-19), di Riyadh, Arab Saudi 26 Maret 2020. [Bandar Algaloud / Atas perkenan Kerajaan Saudi / Handout Kerajaan Saudi via REUTERS]

TEMPO.CO, JakartaRaja Salman bin Abdulaziz dari Arab Saudi mengritik pemerintah Iran saat memberikan pidato perdana di Sidang Umum virtual Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB pada Rabu, 23 September 2020.

Raja Salman meminta front bersatu untuk menghadang rival Iran dan mencegahnya mendapatkan senjata pemusnah massal.

Raja Salman mengatakan Iran mengeksploitasi Kesepakatan Nuklir 2015 dengan negara besar.

Iran melakukan ini dengan aktivitas ekspansi dan menciptakan jaringan teroris serta menggunakan terorisme.

Ini menghasilkan kekacauan, ekstrimisme dan sektarianisme,” kata Raja Salman, 84 tahun, seperti dilansir Reuters pada Rabu, 23 September 2020.

Raja Salman mendesak perlunya solusi komprehensif dan posisi tegas dunia internasional soal ini.

Pidato Raja Salman ini merupakan rekaman yang diputar pada sidang umum PBB karena merebaknya pandemi Covid-19.

Amerika Serikat, yang merupakan sekutu dekat Saudi, keluar dari Perjanjian Nuklir Iran pada 2018 dan menyebutnya sebagai kesepakatan terburuk.

AS mendorong PBB untuk kembali menerapkan sanksi embargo senjata kepada Iran.

Namun, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan kepada forum PBB pada Selasa bahwa upaya sanksi Washington terhadap Iran telah gagal.

 

Sumber:

https://www.reuters.com/article/us-un-assembly/saudi-king-salman-targets-iran-during-debut-at-united-nations-idUSKCN26E2WY

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT