Kemendag Incar Negara Tujuan Ekspor yang Pulih dari Dampak Pandemi
TEMPO.CO | 20/09/2020 21:53
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengamati buah-buahan lokal saat peluncuran Gelar Buah Nusantara 2020 di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengamati buah-buahan lokal saat peluncuran Gelar Buah Nusantara 2020 di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2020. Acara Gelar Buah Nusantara ini telah digelar rutin selama 5 tahun terakhir. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) membidik negara yang dinilai sudah pulih atau mulai pulih dari pandemi COVID-19 untuk menggenjot realisasi ekspor hingga 2021.  

“Strategi pengembangan pasar ekspor akan disesuaikan dengan mempertimbangkan kondisi negara tujuan ekspor,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dalam Jakarta Marketing Week 2020 yang diadakan secara virtual di Jakarta, Minggu 20 September 2020.

Mendag mengungkapkan negara-negara tujuan ekspor yang dinilai sudah pulih dan mulai pulih dari pandemi itu di antaranya Australia, Selandia Baru, Inggris, Jerman, Italia, Prancis, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait dan Qatar.

Selain itu juga negara-negara di kawasan Afrika di antaranya Aljazair serta kawasan Amerika Utara yakni Kanada dan Meksiko. Mendag menuturkan pendekatan pasar merupakan bagian dari kebijakan strategis dalam mendorong ekspor di tengah pandemi, dalam jangka pendek dan menengah.

Dalam jangka pendek, lanjut dia, Kemendag juga fokus dalam pengembangan ekspor terhadap produk yang mengalami pertumbuhan positif selama pandemi. Di antaranya makanan dan minuman olahan, alat kesehatan, produk pertanian, perikanan dan agroindustri.

Sedangkan produk yang diperkirakan akan pulih pascapandemi di antaranya otomotif, tekstil, alas kaki, elektronik dan besi baja.

Selain itu, pengembangan produk baru yang muncul setelah adanya pandemi di antaranya produk farmasi dan produk ekspor baru yang merupakan hasil relokasi industri dari beberapa negara ke Indonesia.

Untuk jangka menengah, kata dia, strateginya adalah dengan mempertahankan produk yang memiliki daya pasar yang kuat, meningkatkan pangsa pasar produk potensial dan memulihkan produk yang kehilangan pangsa pasar selama lima tahun.

Selama periode Januari-Agustus 2020, kinerja ekspor Indonesia tercatat mencapai 103,15 miliar dolar AS.

Kinerja ekspor tersebut mengalami surplus 11,05 miliar dolar AS, atau lebih baik dari periode sama tahun lalu yang defisit 2,06 miliar dolar AS.

Tujuan ekspor masih didominasi ke China sebesar 18,19 persen, Amerika Serikat (12,08 persen), Uni Eropa (8,7 persen), Jepang (8,5 persen), India (6,41 persen), Singapura (6,17 persen) dan Malaysia (4,16 persen).

Baca juga: Mendag Ungkap 8 Produk RI yang Ekspornya Melesat selama Pandemi


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT