Penanganan Covid-19, Epidemiolog: Seharusnya Jokowi Tunjuk Orang yang Kompeten
TEMPO.CO | 19/09/2020 16:41
Ahli epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono. Foto: staff.ui.ac.id
Ahli epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono. Foto: staff.ui.ac.id

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pandu Riono menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus turun tangan langsung menangani urusan pandemi Covid-19. Mengingat, kasus aktif yang terus melonjak.

"Presiden jangan lagi nunjuk siapa pun yang dianggap jago atau superman. Panglima tertinggi negara kita harus turun tangan, jangan nyuruh-nyuruh terus," ujar Pandu dalam diskusi daring yang digelar ILUNI UI, Sabtu, 19 September 2020.

Pandemi ini, kata Pandu, harus ditangani dengan sistem manajemen modern dan di-handle oleh orang-orang yang kompeten pula. Hal ini terkait keputusan Jokowi menunjuk Menteri Erick Thohir hingga terakhir Luhut yang ditunjuk dalam tim penanganan Covid-19 di 9 provinsi.

"Tidak bisa nunjuk orang berdasarkan kedekatan atau kepercayaan lagi, harus berdasarkan kompetensi," ujar dia.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan berpendapat serupa. Menurut Aman, pemerintah tidak bisa pula menyerahkan kepada daerah untuk mengatasi pandemi sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Sebab, ujar dia, status pandemi Covid-19 adalah bencana nasional.

"Kalau diserahkan ke daerah, masing-masing orang jadi berimprovisasi dan semua bisa beda-beda interprestasinya," ujar Aman dalam acara yang sama.

Aman mengibaratkan pandemi ini adalah perang. Sehingga, semua instruksi harus dari pusat dan disamaratakan karena virus ini tak mengenal batas daerah.

"Malaysia contohnya, dia itu kan negara bagian. Tapi, untuk Covid-19 ini dia menanganinya terpusat dan terbukti mereka did it well," ujar Aman.

DEWI NURITA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT