Tangani Covid-19, Luhut Batasi Wisatawan Masuk Bali Selama Dua Pekan
TEMPO.CO | 18/09/2020 20:22
Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Hari Kemerdekaan ke-75 RI kali ini diperingati dalam suasana yang berbeda. Musababnya, Indonesia tengah menghadapi cobaan yang berat karena wabah corona. Hal tersebut
Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Hari Kemerdekaan ke-75 RI kali ini diperingati dalam suasana yang berbeda. Musababnya, Indonesia tengah menghadapi cobaan yang berat karena wabah corona. Hal tersebut disampaikannya melalui video pendek yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya. Instagram/@luhut.pandjaitan

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan membatasi masuknya wisatawan ke Bali untuk menekan penularan Covid-19. Bali merupakan salah satu provinsi dengan kasus positif corona terbesar.

“Kami tidak ingin buka (pintu wisatawan) langsung tanpa batas. Kami akan batasi misalnya dari Jakarta, (pengendara) mobil-mobil yang masuk akan dilakukan rapid test Antigen buatan dalam negeri,” ujar Luhut dalam konferensi pers, Jumat petang, 18 September 2020.

Luhut menjelaskan, pembatasan kunjungan ke Bali dilaksanakan selama lebih-kurang dua pekan. Meski demikian, ia memastikan ekonomi pariwisata tetap berjalan tanpa penutupan destinasi.

Provinsi Bali mengalami kenaikan kasus positif mingguan yang cukup signifikan selama empat pekan berturut-turut. Kasus kematian akibat Covid-19 di Bali juga mengalami kenaikan dalam satu minggu terakhir.

Saat ini, Pulau Dewata menempati peringkat keempat dari provinsi dengan insidensi kasus tertinggi, yaitu 171,39 per 100 ribu penduduk. Kenaikan kematian tertinggi selama sepekan terakhir berdasarkan data kemarin mencapai 72 persen.

Di samping membatasi kunjungan wisatawan, Luhut mengatakan pemerintah setempat akan mengurangi seremoni untuk acara keagaman yang melibatkan banyak orang. Sementara itu di perkantoran, ia memastikan jumlah karyawan yang masuk harus dibatasi.

“Kami juga meminta rumah sakit-rumah sakit, ICU, diperbaiki sekarang sehingga lebih bagiu. Ini akan mengurangi tingkat kematian,” kata Luhut. Dia mengakui, sejauh ini kasus kematian di ICU tercatat paling tinggi di level nasional.

Sejak 14 September 2020, Luhut ditugasi Presiden Joko Widodo alias Jokowi menangani kasus Covid-19 di sembilan provinsi, termasuk Bali, selama dua pekan.

Dalam rentang waktu tersebut, ia harus menyelesaikan beberapa target, seperti memastikan penurunan penambahan kasus harian, meningkatkan recovery rate, dan menurunkan mortality rate. Luhut dalam hal ini bertindak sebagai Wakil Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Baca juga: Luhut Usul Ruang Karantina OTG di 8 Provinsi Pakai Hotel Bintang 2 dan 3

FRANCISCA CHRISTY ROSANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT