Kota Bogor Lanjutkan Jam Malam, Pedagang Kaki Lima: Keselamatan Bareng-bareng
TEMPO.CO | 15/09/2020 22:31
Mal Botani Square terpantau telah tutup pada Rabu malam, 2 September 2020, pukul 19.00. Pemda Kota Bogor memberlakukan jam malam untuk tekan penularan Covid-19. Tempo/Rafi Abiyyu
Mal Botani Square terpantau telah tutup pada Rabu malam, 2 September 2020, pukul 19.00. Pemda Kota Bogor memberlakukan jam malam untuk tekan penularan Covid-19. Tempo/Rafi Abiyyu

TEMPO.CO, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya memutuskan memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro, yang berarti kebijakan jam malam berlanjut hingga 2 minggu ke depan. 

"Di atas jam 9 malam tidak ada lagi aktivitas yang mengundang kerumunan warga. Jam operasional unit usaha pun dimajukan batasnya menjadi jam 8 malam,” kata Bima Arya di Balai Kota Bogor, Senin 14 September 2020.

Kebijakan jam malam diperpanjang karena Kota Bogor kembali berstatus zona merah setelah sempat berada di zona oranye. Keputusan ini menuai pro dan kontra di masyarakat Kota Hujan itu, terutama para pekerja seni yang terdampak dengan pembatasan jam malam. 

Widi, pemusik sekaligus Sekretaris Persatuan Musisi Bogor (Pambo) kecewa dengan keputusan Bima Arya meneruskan jam malam. Menurut dia, jam malam akan makin menghantam perekonomian kawan musisinya di masa pandemi Covid-19.

“Nurani pasti sedih, karena kita mayoritas kerja malam, justru lebih banyak di situ uangnya. Uang gaji band lebih kecil daripada tips kerja malam,” kata Widi ketika dihubungi Tempo, Selasa 15 September 2020.

Baca: Bima Arya Pilih Jam Malam Ketimbang PSBB Total ala Anies Baswedan

Pandemi yang berkepanjangan ini membuat banyak rekannya yang terpaksa menjual alat musik mereka untuk menutupi kebutuhan hidup. “Ada yang habis alat musiknya. Ada yang jual cilok, ada yang jual minuman, nyari sampingan akhirnya,” kata dia.

Beda dengan Widi, sejumlah pedagang kaki lima bisa menerima perpanjangan jam malam hingga dua pekan ke depan. Neldi, penjual siomay bandung di Pasar Surya Kencana setuju jam malam dilanjutkan. "Dilanjutin gapapa untuk keselamatan bareng-bareng,” kata dia.

Zaenal, pedagang permen, masker dan air mineral dekat Stasiun Bogor juga sepakat apabila Wali Kota Bogor memperpanjang jam malam. Ia yakin pemerintah telah memikirkan matang-matang sebelum mengambil keputusan jam malam. “Supaya bisa menekan penyebaran covid,” kata dia.

RAFI ABIYYU | TD 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT