Tak Punya Kursi, PDIP Absen Usung Calon Kepala Daerah di 5 Pilkada
TEMPO.CO | 14/09/2020 10:50
Tak Punya Kursi, PDIP Absen Usung Calon Kepala Daerah di 5 Pilkada
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan partainya absen mengusung pasangan calon di delapan daerah dari 270 daerah yang menggelar Pilkada 2020.

Ia mengklarifikasi data Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mencatat partai banteng absen di 14 daerah. "Tepatnya kami hanya absen di delapan daerah," kata Hasto dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 14 September 2020.

Hasto mengatakan delapan daerah itu yakni Kota Cilegon, Kota Poso, Kabupaten Maros, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Agam, Kabupaten Raja Ampat, dan Kota Bukittinggi.

Menurut Hasto, absennya PDIP di sejumlah daerah itu hal biasa. Ia mengatakan ada situasi dan kondisi di tiap daerah yang mempengaruhi keputusan partai untuk absen.

Di Kota Cilegon, misalnya, PDIP hanya memiliki empat kursi di DPRD hingga tak bisa mengusung calon sendiri. Syarat minimal pencalonan juga tak mencukupi saat PDIP berupaya membangun koalisi dengan partai lain.

Kasus di Poso pun mirip dengan Kota Cilegon. Hasto mengatakan PDIP hanya memiliki tiga kursi. Meski begitu, Hasto mengatakan proses konsolidasi terus berjalan. Ia mengatakan partai akan memberikan dukungan kepada pasangan calon kepala daerah yang paling memiliki karakter ideologi Pancasila.

PDIP hanya memiliki satu kursi di Kabupaten Maros. Sedangkan di Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Agam, dan Kota Bukittinggi, PDIP tak memiliki satu kursi pun. "Partai bekerja keras supaya nanti ke depan kami punya kursi," kata Hasto.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT