Bima Arya Cari Solusi Pandemi Perhatikan Kesehatan dan Ekonomi Kota Bogor
TEMPO.CO | 13/09/2020 09:31
Walikota Bogor, Bima Arya menemui pekerja seni Bogor yang melakukan aksi menentang kebijakan Pemerintah Kota Bogor yang melakukan pembatasan jam malam untuk mencegah penyebaran copid 19 di Bogor, 3 September 2020. Para pekerja senii ini menolak pembatasan
Walikota Bogor, Bima Arya menemui pekerja seni Bogor yang melakukan aksi menentang kebijakan Pemerintah Kota Bogor yang melakukan pembatasan jam malam untuk mencegah penyebaran copid 19 di Bogor, 3 September 2020. Para pekerja senii ini menolak pembatasan jam malam karena menutup pendapatan mereka dan meminta pemda Bogor membatalkan kebijakan pembatasan jam malam. Tempo/Amston Probel

TEMPO.CO, Bogor - Pemerintah Kota Bogor berusaha mencari solusi moderat menangani pandemi COVID-19 dengan menjaga keseimbangan antara sektor kesehatan yakni menekan penularan COVID-19 dan menjaga sektor ekonomi tetap bergerak positif. "Kalau diterapkan PSBB total dan sektor ekonomi ditutup akan lumpuh. Warga akan kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya," kata Wali Kota Bogor Bima Arya di Kota Bogor Sabtu, 13 September 2020.

Bima mengaku sudah bertemu dengan para pengusaha di Bogor, dan mendiskusikan solusi terbaik pada situasi pandemi COVID-19. "Ada usulan-usulan dari para pengusaha untuk menjaga keseimbangan kesehatan dan ekonomi. Ada formula-formulanya, nanti kita laksanakan."

Perekonomian di Kota Bogor, kata Bima, sudah mulai menggeliat setelah Pemerintah Kota Bogor menerapkan pembatasan sosial berskala besar pra adaptasi kebiasaan baru (PSBB Pra-AKB) mulai 4 Juli lalu. "Perekonomian rakyat sudah mulai menggeliat, tapi kemudian kasus positif COVID-19 meningkat lagi, sehingga harus dicari titik temunya."

Bima menjelaskan Pemerintah Kota Bogor kemudian, memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK) mulai 29 Agustus hingga 11 September dan diperpanjang hingga 14 September, tujuannya untuk mengerem sedikit sektor usaha dan mengurangi aktivitas di luar rumah. "Sektor usaha dibatasi jam operasionalnya tapi tidak ditutup. Sasarannya untuk menekan penularan COVID-19," kata dia.

Pemerintah Kota Bogor menerapkan PSBMK sampai Senin besok, 14 September. "Setelah hari Senin nanti akan diumumkan lagi."

Kemungkinan besar, kebijakan itu akan dilanjutkan dengan penguatan edukasi kepada warga mengenai COVID-19 dan pencegahannya. Edukasi kepada warga akan melihatkan dokter dan pemuka agama.

“Saya sudah koordinasi dengan IDI Kota Bogor dan menyatakan siap.” Bima juga sudah berkoordinasi dengan MUI Kota Bogor yang juga menyatakan siap membantu.

Pemerintah Kota Bogor masih menunggu keputusan dari Pemerintah DKI Jakarta yang akan memberlakukan PSBB total mulai Senin besok. "Gubernur DKI Jakarta menyatakan akan berkoordinasi dengan kepala daerah dari Bodebek (Boogor, Depok, dan Bekasi), pada Senin besok," kata Bima.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT