Targetkan Bangun 4.558 Pertashop, Pertamina Gandeng 9 Perusahaan Nasional
TEMPO.CO | 12/09/2020 09:01
Penjualan bensin eceran Pertamini di wilayah Pakubuwono Jakarta, 24 November 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi
Penjualan bensin eceran Pertamini di wilayah Pakubuwono Jakarta, 24 November 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

TEMPO.CO, Jakarta-PT Pertamina (Persero) menggandeng sembilan perusahaan yang terdiri dari tiga BUMN dan enam perusahaan swasta untuk mengejar target pembangunan 4.558 outlet SPBU mini atau Pertashop hingga akhir tahun 2020. Ketiga BUMN tersebut yaitu PT Pindad (Persero), PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

“Enam perusahaan lainnya merupakan perusahaan swasta nasional dengan pabrik yang berlokasi di Purwakarta, Bogor, Bekasi, Padang dan Balikpapan,” demikian dikutip Tempo dari situs www.pertamina.com pada Jumat, 11 September 2020.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, mengatakan kesembilan perusahaan ini nantinya akan menyuplai material untuk pembuatan modular termasuk totem Pertashop. Material ini, kata dia, dibuat oleh 100 persen tenaga kerja Indonesia.

Dia mengatakan, komponen lokal atau Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam Pertashop hingga saat ini telah mencapai 71 persen dan akan terus ditingkatkan sejalan dengan penambahan mitra pabrikasi dalam negeri untuk proses pembangunan. “Tingginya TKDN dalam pembangunan Pertashop merupakan komitmen Pertamina untuk mendukung pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri sehingga dapat membuka lebih banyak lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Fajriyah.

Hingga September 2020, Pertamina telah membangun 576 outlet SPBU Pertashop di seluruh Indonesia. “Agar pembangunan Pertashop sesuai target, Pertamina perlu lebih banyak lagi menggandeng industri manufaktur dalam negeri untuk bersama-sama menyukseskan program Pertashop,” jelas Fajriyah.

Pertashop, lanjut Fajriyah merupakan program bersama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang didukung Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota hingga Pemerintahan Desa di seluruh Indonesia. Program bersama ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan. 

Pertamina berharap Pertashop akan menjadi pusat bisnis energi desa sehingga menjadi sentra pertumbuhan ekonomi baru yang akan menyerap tenaga kerja dan mendorong pergerakan ekonomi masyarakat. “Bagi Pertamina, Pertashop bagian dari komitmen Pertamina menjalankan amanah dalam pengelolaan energi nasional yang mengutamakan availability, accessibility, acceptability, affordability dan sustainability,” kata Fajriyah

GABRIEL ANIN

Baca juga: Gandeng KPK, Pertamina Klaim Selamatkan Potensi Kerugian Aset Rp 9,5 T


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT