Waspada Virus Corona, WNI Tak Dilarang Masuk Korea Selatan
TEMPO.CO | 11/09/2020 21:11
Staf medis menggunakan swab untuk mengambil sampel dari pengunjung di pusat tes 'drive-thru' virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, 3 Maret 2020.  Proses tes ini hanya memakan waktu kurang dari 10 menit. REUTERS
Staf medis menggunakan swab untuk mengambil sampel dari pengunjung di pusat tes 'drive-thru' virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, 3 Maret 2020. Proses tes ini hanya memakan waktu kurang dari 10 menit. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat banyak negara lebih waspada dalam menerima pelancong. Upaya ini demi mengurangi jumlah penularan virus corona yang mungkin bisa ditularkan dari warga asing, maupun sebaliknya.

Diperkirakan saat ini ada sekitar 59 negara yang memperketat kedatangan pelancong WNI menyusul tingginya kasus virus corona di Indonesia. Namun diantara daftar itu Korea Selatan tidak termasuk. Negeri Gingseng tersebut sudah membuka pintu bagi pelancong WNI.

“Sampai hari ini, WNI bisa masuk ke Korea Selatan, termasuk yang ingin kuliah atau bekerja, “kata Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi, kepada Tempo Kamis, 10 September 2020.

Menurut Umar, Korea Selatan memperketat aturan kepada pelancong, apapun warga negaranya, jika ia tinggal di negara “terjangkit” (misalnya Irak). Aturan di Bandara Incheon, Korea Selatan, sudah diperketat demi menekan penyebaran virus corona.

Para pencari kerja mengantre sebelum mengikuti tes di Seoul, Korea Selatan, 25 April 2020. Ratusan pencari kerja tetap mengikuti ujian di salah satu perusahaan di tengah wabah virus Corona. REUTERS/Kim Hong-Ji

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan, pada Kamis, 10 September 2020, mencatat ada penambahan 155 kasus virus corona dalam 24 jam terakhir. Sudah delapan hari berturut-turut, jumlah penambahan kasus harian virus corona di Korea Selatan di bawah 200 kasus. Ini artinya, ada perlambatan penyebaran virus corona menyusul diberlakukannya aturan jaga jarak fisik yang ketat.

Sebelumnya pada awal Agustus 2020 kemarin, di sebagian besar wilayah Seoul terjadi lonjakan penambahan kasus virus corona. Pihak berwenang di wilayah Seoul kemudian memerintahkan penutupan gereja, tempat hiburan malam, dan pusat kebugaran, serta membatasi pembeli makan di restoran.

Aturan jarak fisik atau social distancing yang ditingkatkan di wilayah Seoul yang akan berakhir pada Minggu, 13 September 2020. Pemerintah akan mengumumkan apakah akan memperpanjang atau tidak.

Di Korea Selatan, penghitungan nasional mencatat ada sekitar 21.743 kasus virus corona di negara itu. Dari jumlah tersebut, 346 kasus berakhir dengan kematian.

 

FARID NURHAKIM

 

Sumber:https://www.thenationalherald.com/coronavirus/arthro/s_korea_s_coronavirus_resurgence_seems_to_slow-831872/


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT