Bos Lion Air Khawatir PSBB Jilid II Berdampak ke Industri Penerbangan
TEMPO.CO | 11/09/2020 19:40
Direktur Utama Lion Air Edward Sirait (kanan) saat mengikuti rapat dengar pendapat umum dengan Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, 24 Mei 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Direktur Utama Lion Air Edward Sirait (kanan) saat mengikuti rapat dengar pendapat umum dengan Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, 24 Mei 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengaku khawatir dengan pengetatan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta akan berdampak ke industri penerbangan. Sebab jika kebijakan Jakarta diikuti oleh daerah lain, kemungkinan akan terjadi penutupan akses masuk dan keluar wilayah.

“Dilihat dari kebijakan daerah lain juga, itu baru akan mempengaruhi kinerja penerbangan. Jika tidak diikuti daerah lain paling pengetatan protokol. Kita tetap menanti rinciannya (aturan),” ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 September 2020.

Edward mengaku belum mendapat informasi terkait adanya penutupan penerbangan imbas dari pengetatan PSBB yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, jika permintaan mengalami penurunan, maka maskapai akan melakukan pengurangan rute yang terdampak. Ia pun berharap pengetatan PSBB di Jakarta tak akan mempengaruhi penerbangan ke daerah lain.

“Sampai saat ini belum mendapat informasi, tapi kami menganalisis dari PSBB yang awal dulu. Jadi yang kita lihat kebijakan-kebijakan antar daerahnya akan saling mempengaruhi enggak, itu kan faktor orang akan melakukan perjalanan atau mengurungkan niatnya. Ya mudah-mudahan enggak ada (dampaknya). Hanya saja mungkin pengetatan protokol-protokol kesehatan yang dijalankan,” kata dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil keputusan rem darurat. Hal tersebut ia sampaikan dalam tayangan langsung di akun YouTube resmi Pemerintah Provinsi Jakarta pada Rabu malam, 9 September 2020.

"Kami sepakat tarik rem darurat dan kita akan menerapkan PSBB seperti di awal lagi," kata Anies. Ia menyatakan keputusan ini berarti menerapkan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan usahakan beribadah juga dari rumah.

Anies menyatakan detilnya akan disampaikan di hari-hari ke depan. "Tapi secara garis besar perlu kami sampaikan awal sebagai ancang-ancang. Ada fase ada proses supaya kita bisa menjalani ini dengan baik."

Ia mengatakan mulai Senin, 14 September kegiatan perkantoran yang non esensial diharuskan untuk melaksanakan kegiatan bekerja dari rumah. "Bukan kegiatan usahanya yang berhenti tapi bekerja di kantornya yang ditiadakan. Perkantoran di gedungnya yang tidak dibolehkan beroperasi," kata dia.

Baca juga: Lion Air Kembali Buka Rute ke Tiga Kota dari Bandara Bandung

CAESAR AKBAR | ADAM PRIREZA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT