Jokowi Sebut Pemulihan Ekonomi Tergantung Penanganan Covid-19
TEMPO.CO | 07/09/2020 11:36
Presiden Joko Widodo (rompi ungu) meresmikan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh Seksi 4 yang menghubungkan Indrapuri-Blang Bintang dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Aceh pada Selasa, 25 Agustus 2020. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (rompi ungu) meresmikan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh Seksi 4 yang menghubungkan Indrapuri-Blang Bintang dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Aceh pada Selasa, 25 Agustus 2020. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa penanganan Covid-19 menjadi kunci pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, dia kembali menegaskan fokus pemerintah untuk mengendalikan penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Saya ingatkan, sekali lagi bahwa kunci dari ekonomi kita agar baik adalah kesehatan yang baik. Kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik. Artinya fokus kita tetap nomor satu adalah kesehatan, adalah penanganan Covid-19. Karena memang kuncinya ada di sini,” kata Jokowi saat membuka sidang kabinet paripurna untuk penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Senin, 7 September 2020.

Jokowi meminta Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, serta TNI dan Polri untuk fokus menangani virus Corona di Indonesia. “Ekonomi akan mengikuti. Sekali lagi kalau penanganan Covid-19 baik, kalau kesehatan baik, ekonominya juga akan membaik,” kata Jokowi.

Sementara itu, sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan kondisi pandemi di Indonesia kembali mengkhawatirkan. Padahal Satgas sempat mengklaim berhasil mengendalikan penyebaran virus Corona.

Dengan demikian, menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito, Indonesia belum berhasil menekan dan mencegah penularan secara konsisten secara nasional. Hal ini menjadi tugas bagi seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menjaga kedisplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.

Dia melanjutkan bahwa ada 4 provinsi yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Mengutip data Kementerian Kesehatan, keempat provinsi ini berkontribusi 61,18 persen terhadap total kasus baru per hari secara nasional pada pekan lalu.

Adapun, dalam kesempatan berbeda, Pendiri KawalCovid-19 Ainun Najib mengatakan bahwa Indonesia masih berada di awal pandemi virus Corona. Saat ini kurva penambahan kasus baru masih merangkak naik. “Data kasus harian masih terus meningkat dan belum ada tanda-tanda membelokan kurva,” kata Ainun, Kamis, 3 September 2020.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT