2,8 Juta Nomor Rekening Calon Penerima Subsidi Gaji Tak Lolos Validasi
TEMPO.CO | 07/09/2020 07:27
Peserta BP Jamsostek menunggu antrian serta melengkapi persyaraytan di kantor Cabang BP Jamsostek Menara Mulia, Jakarta, Selasa 23 Juni 2020. BP Jamsostek telah menerapkan protokol pelayanan secara daring dan tanpa pertemuan secara fisik, hingga 10 Juni 2
Peserta BP Jamsostek menunggu antrian serta melengkapi persyaraytan di kantor Cabang BP Jamsostek Menara Mulia, Jakarta, Selasa 23 Juni 2020. BP Jamsostek telah menerapkan protokol pelayanan secara daring dan tanpa pertemuan secara fisik, hingga 10 Juni 2020 pengajuan klaim mengalami peningkatan yang mencapai lebih dari 922.000 kasus dengan nilai Rp 11,9 triliun. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, JakartaDeputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BP Jamsostek Irvansyah Utoh Banja mengatakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek telah mengumpulkan 14,3 juta nomor rekening dari target 15,7 juta calon penerima bantuan subsidi gaji untuk pegawai dengan pendapatan di bawah Rp 5 juta.

Dari sejumlah nomor rekening yang dikumpulkan tersebut, Utoh mengatakan BP Jamsostek melakukan validasi berlapis hingga tiga tahap. Dari proses tersebut, ternyata jumlah data yang tervalidasi hanya mencapai 11,5 juta calon penerima. Artinya, sekitar 2,8 juta data nomor rekening pekerja tak lolos validasi.

"Ada dua alternatif tindakan atas nomor rekening pekerja yang tidak lolos validasi berlapis BP Jamsostek," ujar Utoh kepada Tempo, Ahad, 6 September 2020.

Alternatif pertama adalah BP Jamsostek akan mengembalikan data nomor rekening kepada perusahaan peserta untuk melakukan konfirmasi ulang. Langkah itu dilakukan apabila penyebabnya bukan karena ketidaksesuaian dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 14 Tahun 2020. 

Sementara, alternatif kedua, kata Utoh, adalah kondisi dimana data peserta tidak valid karena tidak sesuai kriteria yang disebutkan dalam Permenaker dimaksud. Apabila kondisinya demikian, maka nomor rekening tersebut secara otomatis tidak masuk dalam daftar penerima bantuan subsidi upah. "Jumlah data rekening peserta tidak valid ini mencapai 1,6 juta orang," ujar Utoh.

Utoh mengatakan lembaganya terus mendorong perusahaan atau pemberi kerja untuk segera menyampaikan data nomor rekening peserta yang memenuhi persyaratan, dengan batas waktu telah diperpanjang hingga tanggal 15 September 2020.  BP Jamsostek juga berharap perusahaan mempercepat proses penyampaian data yang dikonfirmasi ulang.

Hingga kini, BP Jamsostek telah menyerahkan data rekening calon penerima bantuan subsidi Rp 2,4 juta tersebut kepada Kementerian Ketenagakerjaan sebanyak 5,5 juta rekening. Penyerahan data tersebut terbagi atas dua kali tahapan dan akan terus berlangsung hingga memenuhi target.

"Kami telah menyerahkan 2,5 juta data pada pekan lalu dan 3 juta lagi kemarin, sehingga total sebanyak 5,5 juta data peserta dalam dua tahap," tutur Utoh.

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat bahwa hingga Jumat, 4 September 2020, telah ada 2.31.974 orang pekerja yang menerima bantuan subsidi gaji tahap I. "Sebanyak 2,3 juta pekerja atau 92,44 persen dari total penerima subsidi gaji/upah tahap I telah menerima bantuan. Sisanya masih dalam proses," tulis akun twitter @KemnakerRI, Sabtu malam, 5 September 2020.

Saat ini, kata Kemnaker, para calon penerima yang masih belum menerima subsidi gaji di rekeningnya masih dalam proses. Bank penyalur disebut segera menyalurkan bantuan tersebut ke rekening penerima. "Untuk Rekanaker yang memenuhi syarat mendapat subsidi, pastikan bahwa rekening yang terdaftar masih aktif dan sesuai dengan identitasmu ya," tulis Kemnaker.

Baca: Kemenaker: 2,3 Juta Pekerja Terima Bantuan Subsidi Gaji Tahap I


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT