Pembatasan Aktivitas di Malam Hari Dihujat, Wali Kota Depok: Warga Perlu Sehat
TEMPO.CO | 06/09/2020 16:31
Petugas Satpol PP memberikan sosialisasi pembatasan jam malam ke pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Senin, 31 Agustus 2020. Untuk toko, rumah makan, kafe, mini market atau super market, dan mall dibatasi hanya sampai denga
Petugas Satpol PP memberikan sosialisasi pembatasan jam malam ke pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Senin, 31 Agustus 2020. Untuk toko, rumah makan, kafe, mini market atau super market, dan mall dibatasi hanya sampai dengan pukul 18.00 WIB. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, DepokĀ - Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta warganya bersabar menjalankan program pembatasan aktivitas warga atau PAW pada malam hari selama 14 hari. Idris menceritakan hujatan dilontarkan kepada petugas, khususnya dari pedagang yang baru buka lapak sore hari.

"Ini telah dihujat, kami perlu makan, penjual-penjual sore hari ini khususnya. Saya tahu perlu makan, tapi kan warga juga perlu sehat," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 5 September 2020.

Dia berujar PAW berlaku mulai 31 Agustus-13 September 2020. Pedagang yang terdampak program ini, saran Idris, dapat beralih ke jenis usaha lain untuk sementara waktu.

Pembatasan ini bertujuan mendisiplinkan warga menjalani protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebab, Idris menilai, warga sudah mulai mengabaikan ketentuan pemerintah.

Dia berharap warga dapat menyadari bahwa virus corona masih merajalela. Apalagi Kota Depok sudah berstatus zona merah.

"Virus ini sudah memerah-merah ini, sudah ganas," ucap dia.

Selama PAW, pelayanan di toko, rumah makan, kafe, minimarket, midimarket, supermarket, dan mal Kota Depok hanya sampai pukul 18.00 WIB. Sementara khusus layanan antar diperbolehkan hingga 21.00 WIB. Selanjutnya, aktivitas warga di luar rumah maksimal sampai 20.00 WIB.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT