Sebelum Mertua Syahrini Lepas Saham, Plaza Indonesia Jelaskan Kinerja ke BEI
TEMPO.CO | 06/09/2020 16:49
Warga melintas di depan pusat perbelanjaan Plaza Indonesia di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Ellen Hidayat mengatakan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 di ruang publik, pusat p
Warga melintas di depan pusat perbelanjaan Plaza Indonesia di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Ellen Hidayat mengatakan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 di ruang publik, pusat perbelanjaan Plaza Indonesia akan tutup sementara mulai 25 Maret hingga 3 April 2020, namun tidak berlaku untuk toko yang menjual kebutuhan pokok dengan jam operasional mulai pukul 11:00 - 17:00 WIB. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum Presiden Direktur PT Plaza Indonesia Realty Tbk. Rosano Barack yang juga mertua dari artis Syahrini melepas seluruh sahamnya, perseroan menyampaikan laporan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Dalam keterbukaan informasi ke otoritas bursa per 14 Agustus 2020, perusahaan dengan kode saham PLIN menyampaikan Laporan Informasi atau Fakta Material Dampak Pandemik Covid-19.

Dalam surat yang terdiri dari tiga halaman itu, perusahaan menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan BEI. Plaza Indonesia mengaku kondisi usahanya terganggu oleh Covid-19 karena terimbas kebijakan pembatasan operasional usaha dan memperkirakan dibutuhkan lebih dari 3 bulan akan terjadi penghentian atau pembatasan operasional tersebut.

BEI juga bertanya lebih detail soal jenis kegiatan yang terganggu akibat pembatasan operasi. Terkait hal ini, perseroan menjelaskan, bahwa untuk pusat perbelanjaan Plaza Indonesia Shopping Center, sudah dibuka kembali dengan mengikuti aturan dan protokol kesehatan yang berlaku dengan jam operasional dibatasi dari 11:00 – 20:00 WIB setiap harinya, kecuali untuk salon dan pangkas rambut jam operasional dibatasi dari 11:00 – 19:00 WIB setiap harinya. 

Sebagai catatan, Klinik Kecantikan,Waxing, Salon Bulu Mata, Salon Kuku, Spa & Reflexology, Bar & Launge, Bioskop dan Tempat Bermain Anak masih belum dibuka. Sementara untuk area perkantoran The Plaza Office Tower juga telah dibuka kembali sejak tanggal 8 Juni 2020 dengan diberlakukan aturan dan protokol kesehatan mengikuti aturan yang berlaku.

Perusahaan menyebut akibat terhentinya kegiatan operasional terhenti, sebanyak 25-50 persen kontribusi pendapatan berpengaruh terhadap total pendapatan konsolidasi tahun 2019. Plaza Indonesia juga memaparkan per 31 Desember 2019 memiliki 662 karyawan yang tetap maupun tak tetap. Dari angka itu, 486 di antaranya terdampak oleh pandemi. 

Sejak Januari 2020 hingga pertengahan Agustus lalu tercatat sudah 119 karyawan di-PHK dan 124 karyawan terkena pemotongan gaji, penyesuaian shif/hari/jam kerja. 
"Hampir seluruh karyawan dikenakan pemotongan gaji dengan persentase yang bervariasi sesuai dengan golongan/jabatannya. Penyesuaian jam kerja dengan masuk bergantian hari," seperti dikutip dari keterbukaan informasi ke BEI.

Dalam hitungannya, perusahaan memperkirakan total pendapatan di tahun 2020 bakal turun 25-50 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Adapun laba bersih diperkirakan turun kurang dari 25 persen. Total pendapatan dan laba atau rugi itu didasarkan pada periode 30 Juni 2020 dibandingkan periode serupa tahun 2019.

Perusahaan juga memastikan pandemi tidak berdampak pada pemenuhan kewajiban keuangna jangka pendek seperti utang usaha, utang bank, kupon ataupun pokok obligasi serta MTN. 

Plaza Indonesia juga menjalankan sejumlah strategi agar tetap bertahan di tengah pandemi, misalnya dengan fokus kepada keselamatan penyewa, pengunjung, dan para tamu. Selain itu perusahaan menekan biaya-biaya operasional serta melakukan negosiasi dengan para pemasok. 

Perusahaan juga mempertahankan penyewa dengan memberikan keringanan pelunasan; melakukan manajemen arus kas keluar yang ketat; dan pencairan fasilitas pinjaman yang tersedia, serta membantu penyewa juga untuk dapat melakukan penjualan dengan online system (untuk retail) dan takeaway (untuk F&B), serta melakukan efisiensi dan evaluasi berkesinambungan.

"Saat ini, kami juga telah membuka kembali pusat perbelanjaan dan pusat perkantoran pascaPSBB dengan menerapkan serta melakukan sosialisasi, memberikan simulasi dan standard operating procedure kepada seluruh penyewa untuk melakukan protokol pasca PSBB atau yang disebut ”new normal”. 

Dengan begitu, Plaza Indonesia berharap pasca PSBB, penyewa dapat siap untuk kembali melakukan bisnisnya serta memberikan kenyamanan dan keselamatan juga kepada para pengunjung, para tamu dan semua pihak yang terkait.

Baca: Mertua Syahrini Raup Rp 165 M Setelah Lepas Seluruh Sahamnya di Plaza Indonesia


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT