Pendapatan Global TikTok Anjlok 14 Persen
TEMPO.CO | 06/09/2020 08:51
Ilustrasi aplikasi TikTok (ANTARA/Arindra Meodia)
Ilustrasi aplikasi TikTok (ANTARA/Arindra Meodia)

TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan data statistik terbaru dari Sensor Tower, pendapatan global TikTok pada Agustus 2020 telah anjlok 14 persen dibanding Juli. Diduga, anjloknya pendapatan ini terjadi karena pelarangan penggunaan aplikasi TikTok oleh Donald Trump di Amerika Serikat. 

Meski begitu, menurut laporan tersebut, dikutip dari laman Gizchina, Sabtu 5 September 2020, TikTok masih menjadi aplikasi non-game tertinggi di dunia.

Pada Agustus, total pendapatan TikTok di Apple Store dan Google Store sebesar US$ 88,1 juta. Jumlah ini turun 14 persen dibanding bulan sebelumnya yang menyentuh angka US$102 juta. Sementara itu, angka untuk aplikasi dari April hingga Juni tahun ini yaitu US$78 juta, US$95,7 juta dan US$90,7 juta.

Sekitar 85 persen pendapatan TikTok pada bulan Agustus berasal dari Cina. Adapun pasar Amerika Serikat hanya menyumbang 7,8 persen dari total.

Sejak larangan Donald Trump berlaku, pangsa pasar TikTok di Amerika Serikat  menyusut secara signifikan. Pada bulan Januari tahun ini, TikTok menyumbang sekitar 76 persen dari total penginstalan, sementara aplikasi lainnya yang tersisa di posisi 5 teratas hanya menyumbang 24 persen dari total penginstalan.

Namun, pada bulan Agustus, pangsa pasar dari empat pesaing terbesar dari aplikasi milik ByteDance naik menjadi 44 persen, sementara pangsa pasar TikTok menyusut 20 persen.

Sementara itu, pemerintah Cina telah memberlakukan pembatasan baru pada ekspor teknologi kecerdasan buatan atau artificial intellegence (AI), termasuk TikTok. Kontrol ekspor baru membuat ByteDance harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah Cina sebelum menjual bisnis TikTok di AS.

Pembatasan baru tersebut akan semakin memperlambat diskusi untuk kesepakatan yang potensial. Bahkan, ada spekulasi bahwa Cina kemungkinan akan menunda transaksi hingga setelah pemilihan presiden AS pada November mendatang.

BISNIS

Baca juga: Dua Perusahaan Ini Incar TikTok dengan Nilai Penawaran Rp 293,42 Triliun


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT