Nelayan Kepulauan Seribu dan Lampung Serahkan 5 Alat Tangkap Trawl ke KKP
TEMPO.CO | 05/09/2020 17:37
Seorang petugas Kapal Pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan bersiaga di sekitar kapal pencuri ikan berbendera Vietnam hasil tangkapan di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, K
Seorang petugas Kapal Pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan bersiaga di sekitar kapal pencuri ikan berbendera Vietnam hasil tangkapan di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis, 9 Januari 2020. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan tiga kapal pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu KP Orca 3, KP Hiu Macan 01 dan KP Hiu 011. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta – Nelayan Kepulauan Seribu dan Lampung menyerahkan lima unit alat tangkap pukat atau trawl ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kapal trawl penangkap ikan itu terjaring dalam operasi penertiban pada 2 dan 4 September 2020.

“Kami lakukan langkah penertiban agar alat tangkap trawl ini tidak semakin marak,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Tb Haeru Rahayu melalui keterangan tertulisnya,  Sabtu, 5 September 2020.

Trawl merupakan salah satu alat penangkapan ikan yang dilarang dioperasikan di wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia. Larangan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71/PERMEN-KP/2015 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Adapun kapal pembawa trawl yang terjaring dalam operasi ialah KM Hasil Melimpah berukuran 6 GT, KM Haikal Akbar 3 berukuan 6 GT, KM Selat Jaya berukuran 5 GT, KM Makmur 09 berukuran 4 GT, dan KM Putra Tunggal 18. Alat penangkapan ikan tersebut telah diamankan di Pangkalan PSDKP Jakarta.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada nelayan yang telah menjadi contoh yang baik dalam tata-kelola perikanan yang bertanggung jawab”, ujar Tebe.

Tebe menyebut, dalam upaya penertiban, KKP berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Nantinya, pemerintah setempat akan memfaislitasi penggantian alat tangkap untuk nelayan yang telah menyerahkan trawl-nya.  

Dia memastikan sebagian besar kapal yang terjaring operasi telah mengantongi izin dari pemerintah. Sementara itu, Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta Sumono Darwinto menjelaskan, selama 2019-2020, pihaknya mencatat ada 53 alat penangkapan ikan trawl yang telah diserahkan oleh nelayan kepada Pengawas Perikanan. Sebagian besar ditemukan di perairan Lampung dan Kepulauan Seribu.

“Tahun ini sudah ada 17 alat tangkap trawl yang diserahkan dan kami amankan,” katanya.

Baca juga: Selama Menjabat, Edhy Prabowo Klaim Telah Tangkap 71 Kapal Pencuri Ikan

FRANCISCA CHRISTY ROSANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT