Apindo: Kunci Investor Yakin adalah Penanganan Penyebaran Virus yang Terarah
TEMPO.CO | 05/09/2020 16:30
Petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2020. Juru Bicara Kasus Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan update terbaru jumlah kasus positif virus corona atau C
Petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2020. Juru Bicara Kasus Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan update terbaru jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia dengan 1.089 orang meninggal dunia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, JakartaKetua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono menilai pemerintah perlu fokus mengendalikan penyebaran COVID-19 terlebih dahulu dalam memulihkan perekonomian nasional.

"Sebenarnya pada April itu kami sudah siap melakukan lockdown karena hanya dengan itu penyebaran dapat dihentikan, tetapi kemudian tidak terjadi. Kalau kita mau memperbaiki ekonomi, penyebaran virus itu harus dihentikan dulu," kata Sutrisno dalam diskusi yang diselenggarakan Populi Center dan Smart FM di Jakarta, Sabtu 5 September 2020.

Menurut Sutrisno, tidak ada jalan lain untuk menghentikan penyebaran virus selain menerapkan karantina wilayah (lockdown) khususnya di Jakarta. Mengingat jumlah kasus positif COVID-19 saat ini semakin bertambah.

Sutrisno menjelaskan bahwa sepanjang penyebaran virus ini tidak dapat dikendalikan, selama itu pula perlambatan ekonomi masih akan terus terjadi.

Pemerintah, kata dia, perlu memikirkan strategi agar penyebaran virus dan infeksi tidak semakin meluas dan bukan hanya berfokus pada pengobatan pasien positif COVID-19.



Menurut dia, jumlah tes di Indonesia juga masih terbilang sedikit, yakni sebanyak 8.000 orang per 1 juta penduduk, sedangkan jumlah tes di Amerika Serikat sudah mencapai 250.000 orang per 1 juta penduduk.

"Jangan kita terbuai pada daerah zona hijau, itu belum tentu karena testing kita rendah. Semakin banyak tes dilakukan, memang tingkat infeksinya akan semakin tinggi, tetapi kita punya data pasti," kata dia.

Sutrisno menuturkan penanganan penyebaran virus yang terarah dapat memberi keyakinan pada investor, pelaku usaha, dan masyarakat terhadap pemerintah.

Baca juga: Pengusaha: Resesi Tak Bisa Dihindari, Asal Jangan Krisis Ekonomi


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT