Penasehat Keamanan Amerika Sebut Cina Paling Aktif Campuri Pemilu AS
TEMPO.CO | 05/09/2020 09:25
Penasehat keamanan nasional Amerika Serikat, Robert O'Brien (kanan) dan Presiden Donald Trump.Reuters
Penasehat keamanan nasional Amerika Serikat, Robert O'Brien (kanan) dan Presiden Donald Trump.Reuters

TEMPO.CO, Washington – Penasehat keamanan nasional Amerika Serikat, Robert O’Brien, mengatakan pemerintah Cina memiliki peran paling aktif dibandingkan negara lain terkait upaya mencampuri urusan pemilu AS.

Cina juga memiliki program terbesar untuk mempengaruhi politik domestik AS.

“Kita tahu Cina mengambil peran paling aktif,” kata O’Brien kepada media seperti dilansir Reuters pada Sabtu, 5 September 2020.

Dia mengatakan ada tiga negara yang memiliki program besar-besaran untuk mempengaruhi politik AS yaitu Cina, Iran dan Rusia.

Dinas intelijen AS menemukan Rusia merancang kampanye siber untuk mempengaruhi pemilu Presiden 2016 untuk keuntungan kandidat Presiden saat itu yaitu Donald Trump dari Partai Republik.

Ada sejumlah laporan peretas mencoba mempengaruhi pemilu Presiden AS pada 3 November 2020.

“Kami telah menjelaskan kepada Cina, Rusia dan Iran dan negara lain yang belum dibuka secara publik bahwa siapapun yang mencoba mempengaruhi pemilu AS akan menghadapi konsekuensi luar biasa,” kata O’Brien.

Soal tudingan ini, kementerian luar negeri Cina sebelumnya telah membantah bahwa negaranya berencana mencampuri urusan politik domestik AS. 

Jaksa Agung William Barr mengatakan dia meyakini Cina menjadi ancaman lebih besar daripada Rusia terkait upaya gangguan pemilu. Namun, dia tidak menjelaskan detilnya.

Pada Agustus, O’Brien mengatakan Amerika melihat peretas Cina menarget jaringan infrastruktur pemilu AS.

 

Sumber:

https://www.reuters.com/article/us-usa-election-china/trump-security-adviser-says-china-has-biggest-election-interference-program-idUSKBN25V2NY?il=0


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT