Bupati Bogor: Sanksi Masuk Ambulans Agar Masyarakat Jera
TEMPO.CO | 05/09/2020 07:25
Bupati Bogor Ade Yasin saat menjadi inspektur upacara peringatan hari kemerdekaan di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 17 Agustus 2020. ANTARA/M Fikri Setiawan
Bupati Bogor Ade Yasin saat menjadi inspektur upacara peringatan hari kemerdekaan di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 17 Agustus 2020. ANTARA/M Fikri Setiawan

TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan sanksi hukuman masuk ke mobil ambulans berisi keranda mayat bagi pelanggar aturan bermasker agar tidak menimbulkan kerumunan.

"Kalau semua ditindak sesuai dengan Perbup, ini akan menimbulkan kerumunan, maka akhirnya petugas membagi-bagi (sanksi)," ungkapnya seperti dikutip Antara di Cibinong, Jumat, 4 September 2020.

Sebabnya, dalam Peraturan Bupati (Perbup) No 52 tahun 2020 tentang pembatasan sosial berskala besar pra adaptasi kebiasaan baru (PSBB pra-AKB), sanksi bagi mereka yang tidak mengenakan masker di tempat umum hanya ada tiga jenis, yaitu denda senilai Rp100 ribu, teguran lisan, serta kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum.

Menurut Ade Yasin, ketika petugas menyamaratakan sanksi bagi pelanggar aturan tak bermasker, maka akan menjadi perhatian masyarakat lain yang berpotensi menjadi kerumunan.

"Jadi itu inovasi petugas di lapangan, ketika dilakukan penertiban tapi lokasinya kurang leluasa," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

Sebelumnya, sejumlah warga Bogor dihukum masuk ke mobil ambulans berisi keranda mayat lantaran tak mengenakan masker di jalan raya Kawasan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Ini untuk memberi efek jera kepada pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bogor," kata Camat Parung, Yudi Santosa di Bogor.

Ia menyebutkan, sedikitnya ada delapan orang yang mendapatkan hukuman berupa duduk beberapa menit berdampingan dengan keranda mayat di dalam ambulans.

Menurut Yudi, sanksi pelanggaran PSBB tersebut bertujuan untuk mengingatkan para pelanggar, bahwa dengan tidak mengenakan masker akan mendekatkan mereka pada risiko kematian di tengah pandemi virus corona Covid-19.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT