Mendag Australia Kritik Cina Soal Larangan Impor
TEMPO.CO | 02/09/2020 05:08
Jurnalis Australia dan juga anchor di CGTN, Cheng Lie ditahan di Cina, [NORWAY - ASIA BUSINESS SUMMIT]
Jurnalis Australia dan juga anchor di CGTN, Cheng Lie ditahan di Cina, [NORWAY - ASIA BUSINESS SUMMIT]

TEMPO.CO, Canberra – Hubungan Australia dan Cina memburuk belakangan ini terkait merebaknya pandemi Covid-19.

Pada April, Canberra meminta investigasi internasional digelar untuk menyelidiki sumber penyebab munculnya pandemi Covid-19.

Namun, Beijing merespon permintaan ini dengan keras. Sejak itu, Cina memblokir impor sapi dari Australia. Otoritas di Beijing juga mengenakan tarif anti-dumping terhadap barley dari Australia.

Beijing juga menggelar investigasi terhadap harga minuman anggur dari Australia.

Menteri Perdagangan Australia, Simon Birmingham, mengeluhkan sikap pemerintah Cina dalam perdagangan, yang menurutnya tidak berdasar.

“Saya sangat prihatin atas sejumlah isu perdagangan yang muncul pada tahun ini. Dan saya pikir, itu mengubah profil risiko bagi bisnis Australia, yang berbisnis dengan Cina,” kata Simon Birmingham seperti dilansir Reuters pada Selasa, 1 September 2020.

Baru-baru ini, hubungan Australia dan Cina kembali memburuk dengan penahanan jurnalis asal Australia.

Jurnalis perempuan bernama Cheng Lei ditahan sekitar dua pekan lalu oleh otoritas Cina. Lei bekerja di media penyiaran CCTV milik pemerintah Cina.

Cheng Lei juga tampil dalam acara ekonomi di kanal berbahasa Inggris CGTN. Hingga berita ini diturunkan pemerintah Australia mengaku belum mendapat penjelasan soal ini.

Sumber:

https://www.reuters.com/article/us-china-australia/australian-government-says-it-was-not-told-why-australian-journalist-detained-in-china-idUSKBN25S39M


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT