Kapolda: Polsek Ciracas Diserang Orang yang Mencari Penganiaya Prada MI
TEMPO.CO | 30/08/2020 11:46
Tangkapan layar fasilitas kerja di Mapolsek Ciracas, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, terbakar, Sabtu (29/8/2020). ANTARA/HO-Tangkapan layar.
Tangkapan layar fasilitas kerja di Mapolsek Ciracas, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, terbakar, Sabtu (29/8/2020). ANTARA/HO-Tangkapan layar.

TEMPO.CO, JakartaKapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan perusakan Markas Polsek Ciracas dan sejumlah fasilitas umum di Jakarta Timur terjadi saat sekelompok pelaku berusaha mencari penganiaya anggota TNI, Prada MI alias Prada Ilham. "Mereka berupaya cari pelaku yang mengeroyok Prada MI," kata Nana dalam jumpa pers di Balai Wartawan Puspen Mabes TNI Cilangkap, Sabtu, 29 Agustus 2020.

Komandan Kodim 0505/JT Kolonel Kav Rahyanto Edy Yunianto mengatakan sumber masalah adalah informasi yang dimanipulasi. Prada Ilham sejatinya hanya mengalami 
kecelakaan tunggal, namun kabar yang beredar ia dikeroyok. Informasi yang dimanipulasi ini memprovokasi sekitar 100 orang yang kemudian merusak beberapa obyek di Jakarta Timur, di antaranya Polsek Ciracas. 

Sejak awal kejadian, kata Nana, tim dari Polda Metro Jaya dan Polrestro Jakarta Timur langsung berkoordinasi dengan Pangdam Jaya serta mendatangi lokasi terjadinya perkara untuk mengecek kerusakan. "Kalau Polsek Ciracas selama ini dibilang dibakar, yang dibakar itu hanya kendaraan dan kaca hanya pecah."

Polisi membentuk tim terpadu untuk menyelidiki kasus mulai dari perusakan Markas Polsek Ciracas, minimarket Alfamart hingga penganiayaan terhadap masyarakat sipil di beberapa lokasi.

Upaya penyelidikan oleh tim terpadu dilakukan dengan mengecek CCTV, dan hasilnya diserahkan kepada Polisi Militer Kodam Jayakarta untuk keperluan penyidikan.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mayjen TNI Eddy Rate Muis mengatakan hingga pukul 20.00 WIB Sabtu malam, 29 Agustus 2020, tim penyidik gabungan TNI-Polri telah memeriksa 10 saksi perusakan Markas Kepolisian Sektor atau Polsek Ciracas di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur.

Termasuk, "Orang yang mengetahui atau pun melihat kejadian itu," kata Eddy, di Jakarta, Sabtu.

Pemeriksaan masih terus berlangsung oleh tim gabungan terhadap saksi dan bukti-bukti. "Kita beri kesempatan kepada tim gabungan ini untuk memeriksa siapa saja yang ikut dalam kelompok itu bagaimana menggunakan alat apa.”

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT