Tiga Cara Ikatan Sarjana Ekonomi Berkontribusi pada Perekonomian Indonesia
TEMPO.CO | 26/08/2020 21:45
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan pemaparan dalam acara Digital Transformation For Indonesian Economy di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. TEMPO menggelar acara diskusi bertajuk Digital Transformation For Indonesian Economy d
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan pemaparan dalam acara Digital Transformation For Indonesian Economy di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. TEMPO menggelar acara diskusi bertajuk Digital Transformation For Indonesian Economy dengan tema Finding The New Business Models. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Menghadapi tantangan dan dinamika perekonomian saat ini, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia(ISEI), menyampaikan tiga strategi utama untuk berkontribusi nyata bagi perekonomian. Pertama, yaitu penguatan peran ISEI dalam perumusan kebijakan ekonomi. Kedua, penguatan peran ISEI untuk meningkatkan kualitas akademis dan riset di perguruan tinggi.

"Serta penguatan kerja sama ISEI dengan lembaga profesional lain di tingkat daerah, nasional dan internasional," kata Ketua Umum ISEI yang juga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Agustus 2020.

Selama dua tahun berjalannya transformasi ISEI, secara garis besar terdapat beberapa milestone yang telah dicapai, yaitu pengesahan AD/ART yang baru, yang lebih terstruktur, terpadu, dan forward looking serta dapat mengakomodir lingkungan strategis dan tantangan ke depan, termasuk penguatan peran ISEI, baik Pusat dan daerah. Kedua, Kajian Kebijakan Publik (KKP) sebagai sumbangsih pemikiran ISEI untuk mendukung ekonomi Indonesia.

Ketiga, Jurnal Ekonomi ISEI (JEI), berisi kumpulan jurnal yang ditulis oleh anggota ISEI. Dan keempat, kerja sama dengan lembaga prominent, antara lain seperti ADB, Islamic Development Bank, IMF, WB, OECD, dan FAEA dalam bentuk kolaborasi kegiatan seminar/workshop/diskusi.

Kelima, pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri Masyarakat untuk rumpun, pohon, dan/atau cabang Ilmu Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA), serta Kartu Keanggotaan secara virtual.

Hal itu disampaikan Perry dalam pembukaan Sidang Pleno ISEI XXI dan Seminar Nasional 2020 mengangkat tema Tantangan Pemulihan Ekonomi Nasional & Strategi Kebijakan Pengembangan Ekonomi Inklusif di Era Kenormalan Baru (New Normal) pada hari ini yang dilakukan secara virtual.

Bertindak sebagai keynote speech dalam pembukaan Sidang Pleno ISEI XXI dan Seminar Nasional 2020, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto.

Pelaksanaan Sidang Pleno ISEI XXI dan Seminar Nasional dihadiri sekitar 600 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota dari 55 Cabang ISEI dengan komposisi Akademisi, Pelaku Dunia Usaha, dan Pemerintah.

Sebagai sebuah organisasi yang yang telah berusia 65 tahun, ISEI berkomitmen akan terus berperan dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional, sesuai dengan manifesto ISEI yang dicanangkan oleh para pendiri ISEI, yaitu mengambil peran positif untuk kemajuan kesejahteraan masyarakat, mengembangkan ilmu ekonomi, serta menyampaikan pemikiran-pemikiran ekonomi yang sejalan dengan falsafah Pancasila.

HENDARTYO HANGGI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT