Daya Tampung ICU di RS Rujukan Covid-19 di DKI Jakarta Sudah Mencapai 71 Persen
TEMPO.CO | 26/08/2020 03:57
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Tingkat okupansi tempat tidur unit perawatan intensif (ICU) di 67 RS rujukan Covid-19 di Jakarta sudah mencapai 71 persen dari kapasitasnya sejumlah 483 buah.

"Berdasarkan data terakhir pada 23 Agustus, dari jumlah tempat tidur ICU sebanyak 483 di 67 RS rujukan, persentase digunakan sebesar 71 persen," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia di Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2020.

Dengan demikian, tempat tidur ICU untuk Covid-19 kini tersedia sekitar 140 unit di 67 RS rujukan Covid-19.

Sementara itu, untuk tingkat okupansi atau penggunaan tempat tidur isolasi Covid-19 di 67 RS rujukan adalah sekitar 64 persen dari kapasitasnya sebanyak 4.456 tempat tidur.

"Berdasarkan data terakhir pada 23 Agustus, dari jumlah tempat tidur isolasi sebanyak 4.456 di 67 RS rujukan, persentase keterpakaiannya sebesar 64 persen," ujar Dwi.

Baca juga : Wagub DKI Pastikan RS Rujukan Covid-19 Masih Sanggup Hadapi Lonjakan Pasien

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan jumlah kasus aktif yang terpapar penyakit pneumonia akibat Covid-19 itu di Jakarta saat ini, sebanyak 7.816 orang (sebelumnya 7.720 orang) yang masih dirawat/isolasi.

Sedangkan, dari jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada Selasa ini sebanyak 34.931 kasus (sebelumnya 34.295 kasus), ada 25.986 orang dinyatakan telah sembuh (hari sebelumnya 25.463 orang), sedangkan 1.129 orang (sebelumnya 1.112) meninggal dunia.

Dalam persentase, tingkat kesembuhan di Jakarta adalah 74,4 persen (sebelumnya 74,2 persen) dan tingkat kematian 3,2 persen (sebelumnya 4,3 persen).

Untuk angka positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta setelah penambahan Selasa ini, sebesar 10 persen (sama seperti sebelumnya), sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 6,2 persen (sebelumnya 6,1 persen). WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT