Upaya Bima Arya Tekan Penularan Covid-19 Kota Bogor: Wajib Lapor, Tim Detektif..
TEMPO.CO | 22/08/2020 06:16
Wali Kota Bogor Bima Arya keluar dari bilik disinfektan saat menuju ruang pelantikan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Bogor di Ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Jawa Barat, Selasa 28 April 2020. Wali Kota Bogor Bima Arya dengan me
Wali Kota Bogor Bima Arya keluar dari bilik disinfektan saat menuju ruang pelantikan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Bogor di Ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Jawa Barat, Selasa 28 April 2020. Wali Kota Bogor Bima Arya dengan menggunakan masker dan sarung tangan kembali bertugas normal dan memimpin jalannya pemerintahan setelah dinyatakan sembuh total dari virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

TEMPO.CO, Bogor -Wali Kota Bogor Bima Arya Sugianto menghimbau warganya yang hendak keluar masuk Kota Bogor untuk lapor ke RW Siaga. Hal ini menurutnya akan memudahkan penelusuran dan mitigasi infeksi atau penularan Covid-19.

“Semua warga yang ber-KTP bogor wajib lapor,” kata Bima pada acara Penanganan Pandemi Virus Corona yang diselenggarkan ABC Indonesia, secara virtual Jumat 21 Agustus 2020. 

Bima meminta, warga kota Bogor yang baru pulang dan merasa memiliki gejala untuk segera lapor dan melakukan tes swab secarara cuma-cuma.

“Gratis,” kata Bima Arya. Dan untuk warga yang tanpa gejala, ia tetap meminta untuk mengisolasi diri.

Baca juga : Kekhawatiran Bima Arya Soal Klaster Keluarga Akhirnya Terjadi

“Kita mengidentifikasi hampir 90 persen orang positif tanpa gejala,” tutur Bima terkait naiknya positif Covid-19 Kota Bogor terbanyak dari klaster keluarga.

Selain itu, Kota Bogor menurutnya berencana mendekati standar World Health Organization dengan jumlah tes swab massal sebesar 1% per 1 juta penduduk. “Target kita 11.000 minimal dan sekarang hampir accomplished. Mudah mudahan dua minggu lagi bisa sampai,” kata Bima Arya berharap 

Sebelumnya, dia telah membuat tim Detektif atau Deteksi Aktif Covid yang bertugas melacak dan memantau jejaring penularan Covid-19.

Kata dia, setiap ditemukan orang yang positif, Dinas Kesehatan akan langsung berkoordinasi dengan unit lacak dari Tim Detektif.

Bima Arya bahkan menggaet akademisi Institut Pertanian Bogor untuk memperbaiki Teknik wawancara. 

“Kita bekerjasama dengan teman IPB untuk Teknik Interview, kita harus interview sampai keluar (informasi) sebanyak mungkin. Dalam 2x24 Jam kita harus dapat Riwayat temu orang positif Covid-19,” ujar Bima Arya menegaskan. 

RAFI ABIYYU | DWI ARJANTO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT