Penetapan Alur Pelayaran, Kemenhub Tambah Dua Unit Kapal Survei Kenavigasian
TEMPO.CO | 16/08/2020 13:24
Sejumlah kapal penumpang milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta tujuan Pelabuhan Kaliadem - Kepulauan Seribu bersandar di Pelabuhan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta, Ahad, 10 Mei 2020. Pelayaran yang mengangkut kebutuhan pangan, logistik dan tenaga kesehatan m
Sejumlah kapal penumpang milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta tujuan Pelabuhan Kaliadem - Kepulauan Seribu bersandar di Pelabuhan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta, Ahad, 10 Mei 2020. Pelayaran yang mengangkut kebutuhan pangan, logistik dan tenaga kesehatan masih diperbolehkan. ANTARA/Hafidz Mubarak A

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyelesaikan pembangunan dua unit Kapal Boat Survey Kenavigasian yang dibangun di Galangan Kapal PT. Multi Ocean Shipyard, Tanjung Balai Karimun. Dua kapal anyar tersebut diperlukan untuk mendukung program percepatan penetapan Alur Pelayaran masuk pelabuhan dan alur pelayaran perlintasan.

"Kedua unit Kapal Boat Survey Kenavigasian masing-masing  KM. Boat Survey Hull Number 7023, BS. Setinjan akan dikirim dan dioperasikan Distrik Navigasi Kelas III Pontianak dan Hull Number 7024, BS. Sebatik akan dikirim ke Distrik Navigasi Kelas III Tarakan" kata Direktur Kenavigasian Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan dalam keterangan tertulis, Ahad, 16 Agustus 2020.

Hengki Angkasawan mengatakan bahwa proses pelepasan dan pengantaran dua kapal survei ini merupakan salah satu tahapan penting dari serangkaian pembangunan kapal survei kenavigasian yang dibangun di Galangan Kapal PT. Multi Ocean Shipyards.

Menurut Hengki, pembangunan kapal survei kenavigasian akan dimanfaatkan untuk mendukung program percepatan penetapan Alur Pelayaran masuk pelabuhan dan alur pelayaran perlintasan di perairan Indonesia. 

"Kapal Boat Survey ini akan melaksanakan tugas dalam kegiatan pengamatan laut, survey hidrografi, penataan dan pemantauan alur pelayaran dan perlintasan," kata dia.

Lebih jauh, Hengki mengatakan berdasarkan Data RIPN, saat ini ada 636 buah alur , dari jumlah tersebut alur yang sudah ditetapkan berjumlah 62 buah dan yang masih Proses 4 buah. Jika diprosentasekan maka baru mencapai sekitar 10 persen. "Jadi ke depan  masih sangat berat tugas Direktorat Kenavigasian untuk menuju capaian 100 persen," ungkap Hengki.

Terkait dengan kondisi tersebut, Hengki berpesan kepada para Kepala Distrik Navigasi khususnya Distrik Navigasi Kelas III Tarakan dan Distrik Navigasi Kelas III Pontianak, dengan adanya penambahan boat survey ini dapat lebih meningkatkan lagi pelayanan yang di berikan kepada para pengguna jasa pelayaran khususnya dalam mengelola tata ruang alur pelayaran agar lebih aman, nyaman, selamat dan efisien.

"Tentunya dengan adanya penyediaan peralatan dan sumber daya manusia yang mumpuni ke depan akan dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan professional dan proporsional," kata Hengki.

 

CAESAR AKBAR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT