Trending Bisnis: Direktur Indonesia Power Meninggal hingga Soal Pajak
TEMPO.CO | 16/08/2020 07:13
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 A
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO. Jakarta - Berita trending ekonomi dan bisnis sepanjang Sabtu, 15 Agustus 2020, dimulai dari Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power Fahmi El Amruzi D meninggal karena Covid-19 hingga cara Presiden Joko Widodo atau Jokowi kejar penerimaan pajak Rp 1.481,9 triliun pada 2021.

Berita lainnya adalah tentang nasib proyek pemindahan Ibu Kota yang tidak disebut dalam pidato Jokowi tentang RAPBN 2021 dan Ketua Pelaksana Tim Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19 Erick Thohir belum memberikan sinyal terkait pembukaan destinasi wisata bagi turis asing di masa pandemi.

Berikut berita trending ekonomi dan bisnis sepanjang Sabtu kemarin:

1. Direktur Indonesia Power Meninggal Karena Covid-19

Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power Fahmi El Amruzi D meninggal karena Covid-19. Beliau tutup usia pada Selasa, 11 Agustus 2020.

"Salah satu direksi PT Indonesia Power telah meninggal dunia karena Covid-19. Kami seluruh jajaran PT IP tentu sangat berduka. Semoga almarhum diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," tutur Sekretaris Perusahaan Indonesia Power Igan Subawa Putra saat dikonfirmasi pada Sabtu, 15 Agustus 2020.

Igan menjelaskan, perusahaan telah menerapkan protokol-protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan arahan pemerintah. Ia memastikan penerapan protokol tersebut dilakukan sejak awal kasus Covid-19 diumumkan di Indonesia.

Setelah kejadian ini, perusahaan menerapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi para pekerjanya. "Kami WFH dua minggu," tuturnya.

Baca berita selengkapnya di sini.

2. Tak Dibahas Jokowi di Nota Keuangan, Bagaimana Nasib Proyek Pemindahan Ibu Kota?

Berbeda dengan tahun lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sama sekali tidak menyinggung mengenai pemindahan Ibu Kota pada pembacaan pidato mengenai Rancangan Undang-undang mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2021 beserta nota keuangannya.

Lantas bagaimana kelanjutan rencana pemindahan Ibu Kota tersebut?

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan Ibu Kota Negara masih menjadi proyek yang sifatnya stand-by. "Tahun ini kami selesaikan master plan dan detail plan," ujar dia dalam konferensi video, Jumat, 14 Agustus 2020.

Suharso mengatakan bahwa kegiatan yang sifatnya infrastruktur dasar tetap akan disiapkan. Terutama, kata dia, pekerjaan yang terkait dengan Kota Samarinda dan Kota Balikpapan.

Baca berita selengkapnya di sini.

3.
Belum Beri Sinyal untuk Masuknya Turis Asing, Erick Thohir: Jangan Sampai Zona Hijau Jadi Hitam

Ketua Pelaksana Tim Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19 Erick Thohir belum memberikan sinyal terkait pembukaan destinasi wisata bagi turis asing di masa pandemi. Menurut dia, pemerintah sangat berhati-hati dalam memutuskan kebijakan untuk mengantisipasi timbulnya klaster-klaster baru penyebaran virus corona.

"Bukan anti-wisatawan asing, kita tetap butuh, tapi jangan sampai program ini dibuka, lalu terjadi klaster baru. Yang tadinya sudah zona hijau jadi hitam lagi," tutur dia dalam acara Forum Merdeka Barat 9 yang digelar secara virtual, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Erick mengatakan pembukaan wisata bagi turis luar negeri masih terus ditinjau untuk menghindari gelombang kedua pandemi. Apalagi, ia menyebut saat ini belum ada obat untuk Covid-19, sedangkan imunisasi vaksin pun diperkirakan baru bisa disuntikkan pada awal tahun mendatang.

Meski begitu, menteri terkait seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Luar Negeri, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus membicarakan waktu yang tepat untuk membuka kembali gerbang wisata bagi pelancong asing. Sejalan dengan itu, untuk membangkitkan sektor wisata di masa pandemi, pemerintah akan berfokus mendorong pergerakan turis domestik dengan protokol kesehatan yang ketat.

Baca berita selengkapnya di sini.

4. Cara Jokowi Kejar Penerimaan Perpajakan Rp 1.481,9 T pada 2021

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menargetkan penerimaan pajak pada 2021 sebesar Rp 1.481,9 triliun. Penerimaan perpajakan tersebut akan menjadi salah satu sumber utama pendanaan kegiatan pembangunan di tahun depan. Penerimaan perpajakan tersebut ditargetkan naik 5,5 persen dari target 2020 yang sebesar Rp 1.404,5 triliun.

"Kegiatan pembangunan di tahun 2021, akan didukung sumber penerimaan mandiri dari pendapatan negara sebesar Rp 1.776,4 triliun," ujar dia dalam pidatonya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020.

Selain dari perpajakan, ia mengatakan sumber pendanaan akan berasal dari penerimaan negara bukan pajak Rp 293,5 triliun.

Untuk mencapai target penerimaan perpajakan tersebut, dia berujar pemerintah terus melakukan berbagai upaya perluasan basis pajak serta perbaikan tata kelola dan administrasi perpajakan dalam rangka meningkatkan dan menggali sumber-sumber penerimaan yang potensial.

Selain itu, dia berharap penerapan omnibus law perpajakan dan pemberian berbagai insentif perpajakan yang tepat dan terukur mampu mendorong peningkatan investasi dan daya saing nasional, mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19, serta memacu transformasi ekonomi.

Baca berita selengkapnya di sini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT