Belum Beri Sinyal untuk Masuknya Turis Asing, Erick Thohir: Jangan Sampai Zona Hijau Jadi Hitam
TEMPO.CO | 15/08/2020 13:48
Total harta kekayaan Menteri BUMN Erick Thohir sebesar Rp 2.3 Triliun menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Menteri berlatar belakang pengusaha ini memiliki surat berharga senilai Rp 1.6 Triliun dan 30 bidang tanah di Jabodetabek se
Total harta kekayaan Menteri BUMN Erick Thohir sebesar Rp 2.3 Triliun menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Menteri berlatar belakang pengusaha ini memiliki surat berharga senilai Rp 1.6 Triliun dan 30 bidang tanah di Jabodetabek senilai total Rp 242.5 miliar. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pelaksana Tim Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19 Erick Thohir belum memberikan sinyal terkait pembukaan destinasi wisata bagi turis asing di masa pandemi. Menurut dia, pemerintah sangat berhati-hati dalam memutuskan kebijakan untuk mengantisipasi timbulnya klaster-klaster baru penyebaran virus corona.

"Bukan anti-wisatawan asing, kita tetap butuh, tapi jangan sampai program ini dibuka, lalu terjadi klaster baru. Yang tadinya sudah zona hijau jadi hitam lagi," tutur dia dalam acara Forum Merdeka Barat 9 yang digelar secara virtual, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Erick mengatakan pembukaan wisata bagi turis luar negeri masih terus ditinjau untuk menghindari gelombang kedua pandemi. Apalagi, ia menyebut saat ini belum ada obat untuk Covid-19, sedangkan imunisasi vaksin pun diperkirakan baru bisa disuntikkan pada awal tahun mendatang.

Meski begitu, menteri terkait seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Luar Negeri, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus membicarakan waktu yang tepat untuk membuka kembali gerbang wisata bagi pelancong asing. Sejalan dengan itu, untuk membangkitkan sektor wisata di masa pandemi, pemerintah akan berfokus mendorong pergerakan turis domestik dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Sekitar 90 persen turis kita adalah turis lokal. Dengan kondisi Covid-19, sudah saatnya wisata lokal jadi fokus pengembangan dan tidak ada salahnya kita bersatu daripada buang-buang uang ke luar negeri terus, mending kasih duit buat negara sendiri," ujar Erick.

Dia mencontohkan negara-negara maju di dunia juga mengandalkan wisatawan lokal. Dua di antaranya adalah Amerika Serikat dan Cina.

Guna mendukung pengembangan kawasan wisata untuk memicu kunjungan pelancong domestik, ia pun melanjutkan, pemerintah akan terus menjalankan program pembangunan infrastruktur di destinasi strategis seperti Bali, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT