Guru di Kota Jambi Dilatih Mengajar secara Online
TEMPO.CO | 14/08/2020 20:26
Siswi kelas 2 SDN 01 Pagi Bukit Duri Keysha Nayara Effeni (8) belajar secara online didampingi ibunya Okta (31) di gerai makanan tempat ibunya berjualan di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Menurut Okta selaku orang tua, sewaktu ia harus m
Siswi kelas 2 SDN 01 Pagi Bukit Duri Keysha Nayara Effeni (8) belajar secara online didampingi ibunya Okta (31) di gerai makanan tempat ibunya berjualan di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Menurut Okta selaku orang tua, sewaktu ia harus mencari nafkah ia juga harus sambil membimbing anaknya belajar di tempatnya berjualan. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jambi - Guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Jambi diberikan pelatihan memberikan pembelajaran secara dalam jaringan (daring/online).

“Pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota Jambi untuk memfasilitasi guru agar tidak gagap teknologi,” kata Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi Abu Bakar di Jambi, Jumat, 14 Agustus 2020.

Dari hasil rapat yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Jambi, terdapat sejumlah tenaga pendidik atau guru yang belum memahami bagaimana memberikan pembelajaran secara daring. Pelatihan ini dilakukan untuk mendukung sistem pembelajaran di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, kata Abu Bakar, melalui pelatihan tersebut diharapkan para tenaga pendidik memiliki inovasi maupun kreativitas dalam memberikan pembelajaran secara daring terhadap siswa, sehingga pembelajaran yang diberikan tenaga pendidik tersebut tidak monoton.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi Supardi mengatakan hasil dari pelatihan tersebut diharapkan agar tenaga pendidik tidak gagap teknologi.

“Outputnya agar para guru tidak gaptek, serta tenaga pendidik dapat memberikan pemahaman kepada peserta didiknya dengan lebih baik,” kata Supardi.

Selama pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Jambi menerapkan sistem pembelajaran secara daring. Sempat dilakukan uji coba pembelajaran secara tatap muka di sekolah pada beberapa waktu lalu. Namun, seiring meningkatnya jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah itu, sistem pembelajaran secara daring kembali diprioritaskan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT