Trending Bisnis: Jokowi Dapat Berkah dari Krisis hingga Susi Buka Lowongan Kerja
TEMPO.CO | 14/08/2020 06:31
Presiden Jokowi (tengah) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wapres Ma'ruf Amin saat Penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Subekti.
Presiden Jokowi (tengah) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wapres Ma'ruf Amin saat Penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler di Kanal Bisnis Tempo.co sepanjang hari Kamis, 13 Agustus 2020, dimulai dari Sri Mulyani yang menyebut Jokowi dapat berkah luar biasa akibat krisis ekonomi pada tahun 1998. Selain itu ada juga soal Susi Pudjiastuti yang buka lowongan kerja dan juga Luhut menyebutkan potensi uang di Indonesia yang bisa dibelanjakan cukup besar.

Tak hanya itu, ada pula berita tentang curhat warga Korsel tentang uangnya di Jiwasraya serta Ketua PBNU yang mengomentari Erick Thohir. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

1. Sri Mulyani Kenang 22 Tahun Lalu, Sebut Jokowi Dapat Berkah dari Krisis Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenang masa 22 tahun lalu saat diundang sebagai ekonom pengisi seminar ekonomi oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang waktu itu masih berstatus pengusaha mebel.

Dia menceritakan, pada tahun 1998 Indonesia mengalami krisis ekonomi yang dahsyat. "Ekonomi merosot tajam minus 13,7 persen, mata uang Rupiah kolaps dari Rp 2.350 menjadi Rp 16.000 per dolar AS. Banyak perusahaan dan bank besar kecil mengalami kebangkrutan," kata Sri Mulyani melalui media sosial Instagram pribadinya @smindrawati, Kamis, 13 Agustus 2020.

Sri Mulyani yang saat itu menjadi dosen di Universitas Indonesia menjelaskan mengapa krisis ekonomi terjadi dan bagaimana menyelamatkan ekonomi Indonesia ke depan. Ia menilai Jokowi yang saat itu sebagai pengusaha justru mendapatkan berkah luar bisa dalam kondisi krisis 1998.

Pasalnya, penerimaan ekspor dalam dolar AS melonjak lebih dari enam kali lipat. "Pak Jokowi menggunakan 'windfall profit', secara bijaksana dengan menambah kapasitas produksi, berhasil memanfaatkan situasi krisis justru untuk mengembangkan usahanya," ucapnya.

Baca selengkapnya mengenai Sri Mulyani di sini.

2. Susi Pudjiastuti Buka Lowongan Kerja, Berminat?

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti membuka lowongan kerja untuk enam posisi yang akan mengisi kantor pribadi miliknya.

Informasi tersebut diumumkan Susi melalui akun Twitter resmi (@susipudjiastuti) pada Kamis, 13 Agustus 2020.

"Mari bergabung bersama Kantor Susi Pudjiastuti .. Dibuka tanggal 13-27 Agustus 2020, bagi yang tertarik dapat langsung akses http://bit.ly/lokerKSP," ujarnya melalui akun Twitter @susipudjiastuti.

Proses seleksi dilakukan melalui online registration atau secara daring. Pelamar yang berminat bisa mengakses tautan http://bit.ly/lokerKSP atau mengiriman surat elektronik ke kantorsusipudjiastuti@gmail.com.

Susi Pudjiastuti mengatakan ada enam posisi lowongan kerja, antara lain fotografer, videografer, video editor, legal officer, finance officer dan management trainee. Lowongan tersebut berlaku untuk lulusan baru (fresh graduate) atau pekerja yang sudah berpengalaman.

Baca selengkapnya mengenai Susi Pudjiastuti di sini.

3. Luhut Sebut Potensi Uang di RI yang Bisa Dibelanjakan Capai Miliaran Dolar AS

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan potensi uang yang ada di Tanah Air untuk bisa dibelanjakan saat ini cukup banyak. Dengan begitu, potensi pergerakan perekonomian di dalam negeri di masa pandemi ini sebetulnya masih ada.

Salah satu sumber uang yang besar itu, menurut Luhut, berasal dari simpanan masyarakat yang batal berangkat umrah setelah Arab Saudi membatasi kunjungan selama pandemi Covid-19. "Saya lapor presiden kemarin bahwa duit di kita cukup banyak karena yang umrah kan tidak ada. Itu setiap tahun hampir 500 ribu sampai 1 juta, itu kan yang punya dana yang umrah," ujarnya dalam konferensi video, Kamis, 13 Agustus 2020.

Di samping itu, Luhut pun melihat ada potensi uang berasal dari masyarakat yang biasa berobat ke luar negeri, namun saat ini tidak melaksanakannya. "Orang yang berobat di Singapura dan Malaysia kan tidak berobat," ujar dia. Menurut dia, potensi uang dari masyarakat di dalam negeri tersebut bisa mencapai miliaran dolar AS.

Untuk itu, ia mengatakan pemerintah tengah mengkaji cara agar masyarakat mau membelanjakan dananya di Tanah Air di tengah pandemi ini. Sehingga, aktivitas ekonomi bisa bergerak kembali di dalam negeri.

Baca selengkapnya mengenai Luhut di sini.

4. Cerita Warga Korsel 'Dilempar-lempar' Saat Tanya Nasib Uangnya di Jiwasraya

Sejumlah warga negara asing (WNA) yang menempatkan dananya di di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang abai menuntaskan masalah pada perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonesia ini. Mereka berharap pemerintah bisa mengembalikan uang yang di deposito melalui sejumlah bank sebagai mitra Jiwasraya.

"Kami ini hanya 'pengunjung', sebentar, nanti akan kembali. Kami simpan dana di Hana Bank untuk deposito, kami tidak tahu itu investasi Jiwasraya. Selama ini tidak ada update dari Jiwasraya," kata Park Jihyeon, dalam diskusi virtual melalui Zoom, Kamis, 13 Agustus 2020.

Ia mengakui bahwa sejumlah rekan bernasib serupa mengaku bingung bagaimana mendapat kembali uang mereka dari Jiwasraya. Warga berkewarganegaraan Korea Selatan itu menjelaskan sudah mendatangi Hana Bank menanyakan kejelasan uang yang diinvestasikan itu. Namun, Hana Bank malah memintanya menanyakan hal itu ke Jiwasraya.

"Jadi kami bingung harus bicara ke mana? Sudah ke Hana Bank, mereka hanya lempar ke Jiwasraya. Saya pernah ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dilempar ke Hana Bank," ucap Park Jihyeon. "Kalau investor kecil saja enggak bisa dilindungi, bagaimana investor besar?"

Baca selengkapnya mengenai Jiwasraya di sini.

5. Ketua PBNU Komentari Erick Thohir yang Kerap Singgung Bahasan Akhlak

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengapresiasi kinerja Erick Thohir dalam memimpin kementerian Badan Usaha Milik Negara. Said memuji dan mendukung Kementerian BUMN yang menjadikan akhlak sebagai fondasi bagi setiap perusahaan milik negara.

"Saya baca, Pak Erick sering menyebut akhlak dalam BUMN. Ini sangat luar biasa ada Menteri BUMN bicara soal akhlak dan moral. Saya yakin dan percaya Pak Erick akan sanggup melaksanakan amanah sebagai ketua komite," ujar Kiai Said dalam keterangan di Jakarta, Rabu 12 Agustus 2020.

PBNU, kata dia, juga mengapresiasi langkah taktis dan strategis yang diambil BUMN dalam kapasitasnya untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19.

Salah satu langkah yang diapresiasi adalah langkah proaktif Kementerian BUMN dalam menggandeng seluruh elemen masyarakat, termasuk di dalamnya PBNU.

Baca selengkapnya mengenai Erick Thohir di sini.

Baca juga: Jokowi Sebut Krisis Ekonomi Covid Lebih Buruk dari 1998, Kenapa?


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT