Cerita Pak Lurah Ihwal Kebakaran di Duri Selatan yang Hanguskan 3 RT
TEMPO.CO | 13/08/2020 07:12
Dua warga melihat puing-puing rumah yang hangus terbakar di perkampungan padat penduduk di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2020. Kebakaran tersebut mengakibatkan sebanyak 974 warga di empat rukun tetangga (RT) kehilangan te
Dua warga melihat puing-puing rumah yang hangus terbakar di perkampungan padat penduduk di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2020. Kebakaran tersebut mengakibatkan sebanyak 974 warga di empat rukun tetangga (RT) kehilangan tempat tinggal dan satu pasar tradisional terbakar. ANTARA/Aditya Pradana Putra

TEMPO.CO, Jakarta -Kebakaran di Duri, tepatnya terjadi di Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat Selasa malam 11 Agustus 2020 lalu dikabarkan berawal dari kompor meledak.

Ledakan kemudian meluas hingga menghanguskan seratusan rumah di tiga RT di RW 05, yaitu RT 001, 002, dan 003.

Kompor meledak, kemudian kena gas, kebetulan yang bersangkutan adalah jualan gas kompor. Gas kompor itu, yang melon. Karena kan ini daerah padat, sehingga dalam waktu empat jam itu bisa membakar tiga RT,” ujar Lurah Duri Selatan, Ghufri di lokasi pengungsian, Jakarta Barat, Rabu, 12 Agustus 2020.

Baca juga: Hampir Seribu Orang Jadi Korban Kebakaran di Duri

Tidak ada korban yang meninggal dalam musibah ini. Berdasarkan laporan posko bantuan Kelurahan Duri Selatan Rabu ini, sampai sekitar pukul 14.30 WIB, kebakaran itu menghanguskan 101 rumah, yang berdampak pada 144 kepala keluarga, sehingga jumlah keseluruhan korban 458 orang, dengan 59 di antaranya merupakan balita, dan 16 lainnya merupakan lansia.

Kondisi saat ini, korban terdampak tengah dievakuasi ke tenda-tenda yang didirikan Dinas Sosial, untuk mempermudah koordinasi penanganan dna bantuan, sementara petugas Pemadam Kebakaran tengah merobohkan puing-puing bangunan dan mengamankan lokasi dari bekas kebakaran di Duri tersebut.

“Kondisi sekarang di lokasi ya, tinggal puing-puing sama kusen-kusen kosong dan ada beberapa rumah tingkat yang sedang ingin roboh, makanya sedang dirobohkan oleh pemadam dengan kekuatan air hari ini. Jadi nanti pada saat kita kerja bakti, tidak membahayakan yang kerja bakti,” ujar Ghufri.

ACHMAD HAMUDI ASSEGAF l DA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT