Wijaya Karya Targetkan Tol Kunciran-Cengkareng Beroperasi Tahun Ini
TEMPO.CO | 13/08/2020 00:54
Kendaraan melintas di Simpang keluar Rawa Bokor Tol Sesyatmo (bandara). Jasa Marga akan menutup secara permanen pintu keluar tersebut pada 1 April 2020 imbas pembangunan Jalan Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran. ANTARA/HO-Jasa Marga
Kendaraan melintas di Simpang keluar Rawa Bokor Tol Sesyatmo (bandara). Jasa Marga akan menutup secara permanen pintu keluar tersebut pada 1 April 2020 imbas pembangunan Jalan Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran. ANTARA/HO-Jasa Marga

TEMPO.CO, Jakarta - Corporate Secretary PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Mahendra Vijaya menyatakan salah satu proyek tol yang pengerjaannya ditargetkan tuntas tahun ini adalah Jalan Tol Kunciran-Cengkareng.

"Tahun ini proyek tol yang memiliki target utk selesai adalah tol Kunciran–Cengkareng walaupun masih memiliki kendala pembebasan lahan," ujarnya kepada Bisnis pada Rabu, 12 Agustus 2020.

Mahendra menjelaskan saat ini proyek tol yang dikerjakan BUMN itu berjalan sesuai dengan progres yang disepakati dengan pemberi kerja, dengan tetap menjalankan protokol Covid-19 sesuai yang ditetapkan oleh instansi pemerintah dan prosedur perusahaan.

Proyek tol ini digarap PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC), dengan komposisi pemegang saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk. 76,22 persen, CMS Works International Limited 21,01 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. 2,10 persen, PT Nindya Karya (Persero) 0,28 persen, dan PT Istaka Karya< 0,39 persen.

Pembangunan jalan tol Cengkareng—Batuceper—Kunciran dengan panjang 14,19 kilometer terbagi menjadi empat seksi. Seksi 1 Simpang Susun Kunciran—Underpass Tirtayasa sepanjang 2,04 kilometer, Seksi 2 Underpass Tirtayasa—Underpass Benteng Betawi sepanjang 3,52 kilometer, Seksi 3 di Underpass Benteng Betawi—Underpass Husein Sastranegara sepanjang 6,57 kilometer, dan Seksi 4 Underpass Husein Sastranegara—Simpang Susun Benda sepanjang 2,06 kilometer.

Saat ini progres proyek tol tersebut, menurut Mahendra, sudah di atas 87 persen. Menurutnya, perseroan lebih banyak berperan sebagai kontraktor proyek tol, bukan pemegang konsesi.

"Wika tidak banyak pegang konsesi tol seperti BUMN lainnya, karena kami kebanyakan hanya sebagai kontraktor," ujarnya.

Sebelumnya Direktur PT JKC Agus Suharjanto mengatakan sampai dengan 2 Agustus 2020, progres pembebasan lahan tol Cengkareng—Batuceper—Kunciran mencapai 89,94 persen dan konstruksi 87,11 persen.

"Akhir 2020, seluruh seksi jalan tol Cengkareng—Batuceper—Kunciran siap dioperasikan secara fungsional," ungkapnya.

BISNIS

Baca juga: Mulai Besok, Jasa Marga Tutup Akses Keluar Rawa Bokor


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT