Hizbullah Disebut Gunakan Amonium Nitrat di Pelabuhan Beirut untuk Buat Rudal
TEMPO.CO | 12/08/2020 22:56
Milisi Kataib Hizbullah beroperasi di Irak sejak 2003 dan didukung Iran. Reuters
Milisi Kataib Hizbullah beroperasi di Irak sejak 2003 dan didukung Iran. Reuters

TEMPO.CO, Jakarta - Milisi Hizbullah dilaporkan telah menggunakan sedikit demi sedikit dari 2.750 ton amonium nitrat yang teronggok selama 6 tahun di pelabuhan Beirut untuk membuat hulu ledak rudal maupun roket yang dikirim dari Iran.

Rudal dan roket dikirim Iran ke Lebanon kemudian dirakit Hizbullah di wilayah Hermel.

Di tahun 2017, majalah online intelijen Prancis telah memberitakan tentang Hizbullah yang membangun dua fasilitas untuk membuat rudal di Lebanon.

"Aparat keamanan Lebanon juga menerima peringatan dari utusan Amerika David Satterfield mengenai keberadaan dua pabrik perakitan rudal di Lebanon Selatan dan Bekaa," kata sumber Al Arabiya di satu lembaga keamanan.

Dia menjelaskan, pengiriman senjata dilakukan secara teratur ke Lebanon melalui pelabuhan serta melewati perbatasan darat kedua negara.

Israel secara sistematis menarget pengiriman dari Teheran untuk Hizbullah di Lebanon melalui Suriah.

Ledakan 2.750 ton amonium nitrat pada hari Kamis lalu telah mengagetkan dunia. Sedikitnya 171 orang tewas, lebih dari 5 ribu orang terluka dan puluhan bangunan ambruk dan hancur akibat kuatnya ledakan. Setelah ledakan, Hizbullah membantah pihaknya terlibat dalam ledakan itu.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT