Kata Angkasa Pura II Soal Rencana Holding BUMN Penerbangan dan Pariwisata
TEMPO.CO | 12/08/2020 23:44
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kiri) bersama Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers di Ruang Wartawan Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. Kart
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kiri) bersama Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers di Ruang Wartawan Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. Kartu ini wajib diisi oleh semua penumpang. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah berencana menyatukan BUMN penerbangan dan pariwisata sebagai salah satu cara untuk memulihkan industri akibat pandemi. President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan holding BUMN ini merupakan ekosistem pertama yang dibentuk pemerintah seumpama kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan.

"Ada faktor transportasi yang digabungkan dengan destinasi, dengan amenitas," tutur Awaluddin dalam diskusi virtual, Rabu petang, 12 Agustus 2020.

Awaluddin mengakui industri penerbangan dan pariwisata paling terimbas adanya pagebluk sehingga perlu langkah-langkah pemulihan yang tepat. Namun, Awaluddin menyebut kebijakan ini masih dalam kajian.

"Kajiannya belum selesai jadi kami tidak bisa berkomentar lebih banyak," tuturnya.

Pekan lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut sektor pariwisata dan penerbangan berkontribusi cukup banyak dalam kontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 yang mencapai minus 5,32 persen.

Selama pandemi Covid-19, kata Jokowi, dua sektor ini sangat terdampak. Pada triwulan II, wisatawan mancanegara yang ke Indonesia hanya berjumlah 482 ribu. Angka ini turun 81 persen quarter to quarter dan turun 84 persen year-on-year.

Untuk itu, pemerintah akan memberi perhatian khusus terhadap dua sektor ini guna menggenjot pertumbuhan ekonomi kuartal III. Salah satunya, dengan penggabungan BUMN penerbangan dan pariwisata.

"Kita harus melakukan transformasi di bidang pariwisata dan penerbangan melalui penataan yang lebih baik, rute penerbangan, penentuan hub, superhub, dan kemungkinan penggabungan BUMN penerbangan dan pariwisata sehingga arahnya semakin kelihatan," kata Jokowi, 6 Agustus 2020.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA | DEWI NURITA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT