Pemkab Kepulauan Seribu Telisik Penyebab Limbah Minyak Mentah di Pulau Pari
TEMPO.CO | 12/08/2020 06:46
Kapal nelayan milik dipasangi spanduk saat berlabuh di dermaga Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Rabu, 9 Mei 2018. Tempo/Fajar Pebrianto
Kapal nelayan milik dipasangi spanduk saat berlabuh di dermaga Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Rabu, 9 Mei 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

TEMPO.CO, Kepulauan Seribu -Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu masih menelusuri penyebab limbah tumpahan minyak mentah atau tarbal di pesisir pantai bagian selatan Pulau Pari.

"Belum diketahui pasti penyebab tumpahan minyak mentah tersebut, saat ini sedang dilakukan penelitian bersama pihak PT Pertamina Hulu Energi (PHE)," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan, Endro, dihubungi di Jakarta, Selasa malam, 11 Agustus 2020.

Endro menyatakan pihak PHE sudah melakukan penelitian, apakah disebabkan oleh kebocoran sumur pengeboran baik dari PHE OSES atau ONWJ. Tetapi pihak Pertamina menyatakan mereka juga belum menerima laporan tentang kebocoran.

Baca juga : Cerita Warga Pulau Pari Bersihkan Limbah Minyak Mentah 50 Ton

Ia mengatakan berbagai kemungkinan bisa terjadi di antaraya karena kelalaian kapal pengangkut minyak atau kapal-kapal yang nakal yang melakukan pencucian tangki di tengah laut, karena mencuci tangki di dermaga menghabiskan biaya lebih besar.

Kemungkinan lainnya, adanya angin timur, di mana linbah minyak akibat kebocoran pengeboran beberapa waktu lalu yang sudah menggumpal dan tenggelam di laut kembali lagi ke pesisir pantai.

"Sedang diupayakan dua hari ke depan sudah selesai pembersihan," ujar Endro.

Endro menyatakan belum ada laporan dari pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu yang terdampak tumpahan minyak tersebut.

Lurah Pulau Pari Mahtum mengatakan pembersihan limbah itu dilakukan puluhan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari kelurahan bersama petugas Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) dari Suku Dinas Lingkungan Hidup dibantu masyarakat setempat.

Limbah itu dimasukkan ke kantong plastik dengan kapasitas isi sekitar lima kilogram per kantong.

Kurangnya jumlah tenaga dan kantong plastik turut memperlambat pembersihan limbah. Selain itu, saat siang hari, terik matahari, limbah minyak akan mencair membuat proses pembersihan kurang efektif.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT