Menteri PDT Akan Gelar Lomba Desa Aman Covid-19, Ada Hadiah Rp 150 Juta
TEMPO.CO | 10/08/2020 21:46
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Halim Iskandar memberikan usulan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk diadakan lomba desa aman Covid-19. Hal ini ditujukan untuk mewujudkan desa aman covid-19, pemulihan ekonomi desa, menggiatkan Padat Karya Tunai desa, menggerakan produksi dan konsumsi untuk membangkitkan ekonomi desa.

“Sosialisasi masif salah satu kunci agar terjadi ketahanan di dalam proses penularan," ujar dia dalam rapat koordinasi pada Senin, 10 Agustus 2020.

Adapun lima unsur yang dinilai adalah penerapan adaptasi kebiasaan baru, lalu beberapa pelaksanaan program yakni aksi setengah miliar masker desa, desa tanggap dan aman covid-19, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa, dan Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Mekanisme lomba dilakukan dengan asesmen mandiri oleh pemerintah desa dengan mengisi data unsur-unsur lomba ke dalam aplikasi Sistem Informasi desa.

Setelah itu, sistem tersebut akan melakukan perangkingan. Dewan Juri hanya memverifikasi lapangan ke desa-desa yang sudah masuk sistem. Jika terdapat ketidaksesuaian antara laporan asesmen mandiri dengan kondisi lapangan, maka akan didiskualifikasi.

“Bener gak produksi masker sekian, dibuktikan dengan foto. Nah foto itu diverifikasi ke lapangan,” ucap Halim. Dia mengusulkan waktu pelaksanaan lomba dilakukan sejak 10 Agustus 2020 hingga 25 September.

Pemenang lomba akan diberikan insentif senilai Rp 150 juta untuk peringkat satu dan Rp 100 juta untuk peringkat dua. Halim menyatakan insentif itu hanya digunakan untuk PKTD.

Dia menjelaskan peserta lomba akan dibagi menurut wilayah, yakni bagian Barat, Tengah dan Timur. Pada tiap wilayah, peserta dikelompokkan sesuai dengan status perkembangan desa yang mencakup desa mandiri, desa maju, desa berkembang, desa tertinggal, dan desa sangat tertinggal. Setiap kelompok desa hanya akan melawan kelompok yang sama secara wilayah maupun status perkembangan desa.

"Terkait dengan hal-hal yang teknis sudah disiapkan semua, tinggal menunggu ketuk palu dari pak Mendagri dan Bu Menkue (Menteri Keuangan) terkait lomba desa aman covid-19,” ucap Halim.

Menangapi usulan itu, Mendagri Tito Karnavian setuju. Dia menyampaikan telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk dimungkinkan mendapatkan insentif untuk lomba desa aman covid-19 dari Dana Intensif Daerah (DID)

“Kita juga akan lanjuti dengan lomba antar kelurahan karena kita harapkan setiap kota memiliki kelurahan-kelurahan aman covid-19 dengan standarisasi yang mirip-mirip dengan desa tadi,” ujar dia.

MUHAMMAD BAQIR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT