Presiden Jokowi Berencana Lihat Vaksinasi Perdana Covid-19 di Bandung
TEMPO.CO | 10/08/2020 09:06
Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersepeda di area Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 25 Juli 2020. Jokowi tampak berkeliling area Istana Bogor dengan sepeda kuningnya. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersepeda di area Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 25 Juli 2020. Jokowi tampak berkeliling area Istana Bogor dengan sepeda kuningnya. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo alias Jokowi berencana datang ke Bandung untuk melihat imunisasi perdana dalam uji klinis fase akhir calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac dari Cina. Waktunya dijadwalkan Selasa 11 Agustus 2020 di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran (Unpad).

“Presiden akan datang ke Bio Farma lalu ke Unpad untuk melihat penyuntikan,” kata Kusnandi Rusmil, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Unpad, Ahad 9 Agustus 2020. Bio Farma sebagai sponsor riset menggaet tim dari Fakultas Kedokteran Unpad sebagai pelaksana uji klinis.

Sebelumnya tim riset menjadwalkan penyuntikan calon vaksin itu Jumat 14 Agustus 2020 serempak di enam lokasi. Namun karena rencana kedatangan Presiden jadwal imunisasi di Rumah Sakit Pendidikan Unpad dimajukan jadi Selasa 11 Agustus 2020. Adapun pemeriksaan awal relawan yang akan disuntik vaksin perdana itu dilakukan Senin, 10 Agustus 2020.

Sementara di lima lokasi lain proses uji klinis sesuai jadwal, yaitu pemeriksaan calon relawan pada Selasa 11 Agustus dan penyuntikan bergiliran tiga hari sesudah pemeriksaan mulai Jumat 14 Agustus 2020. Tim membuka pendaftaran relawan hingga 31 Agustus mendatang.

Pada 21 Juli 2020 Presiden Jokowi pernah meminta tim riset mempercepat uji klinis agar vaksinnya bisa dipakai tiga bulan kemudian. “Ya tapi itu nggak bisa,” kata Kusnandi.

Keinginan Jokowi yang ingin cepat itu menurutnya karena selama pandemi pengeluaran pemerintah semakin tinggi. Kalau pandemi bisa cepat hilang beban pemerintah semakin kurang.” Tapi ya kalau uji klinis kita punya standar itu ya nggak bisa secepat itu ada cara-caranya,” ujar Kusnandi.

Riset uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 itu akan melibatkan 1.620 relawan. Sejauh ini tim baru mendapatkan seribuan orang. Kusnandi optimistis tidak kekurangan jumlah relawan. Risetnya akan berlangsung selama enam bulan.

ANWAR SISWADI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT