Trending Bisnis: 7 Negara Jatuh ke Jurang Resesi hingga Soal Bantuan Gaji
TEMPO.CO | 08/08/2020 06:26
Ilustrasi resesi. Pixabay
Ilustrasi resesi. Pixabay

TEMPO.CO, Jakarta -Berita trending ekonomi dan bisnis sepanjang Jumat 7 Agustus 2020 dimulai dengan tujuh negara yang jatuh ke jurang resesi hingga enam fakta mengenai bantuan gaji untuk pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta.

Dua berita lainnya adalah Wakil Presiden Ma'ruf Amin berbeda pendapat soal merger bank syariah BUMN dengan Muhammadiyah dan 40 juta dosis vaksin Covid-19 bisa langsung disuntikkan pada Januari-Februari 2021 jika lulus uji klinis tahap ketiga.

Berikut empat berita trending bisnis sepanjang Jumat kemarin.

I. 7 Negara yang Jatuh ke Jurang Resesi

Pandemi Covid-19 menyeret sejumlah negara masuk ke jurang resesi ekonomi. Negara mengalami resesi jika pertumbuhan ekonomi minus dalam dua kuartal berturut-turun.

Berikut tujuh negara yang jatuh ke jurang resesi akibat Covid-19:

1. Jerman
Jerman masuk jurang resesi setelah rilis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 minus sebesar 11,7 secara year on year. Sedangkan Produk Domestik Bruto atau PDB pada kuartal I 2020 pertumbuhan ekonomi minus 2,3 persen.

Jika dilihat secara kuartal ke kuartal, pertumbuhan ekonomi German telah minus 0,1 persen pada kuartal IV 2019. Pada kuartal I 2020, pertumbuhan ekonomi German minus 2,0 persen dan pada kuartal II minus 10,1 persen secara kuartal ke kuartal.

2. Prancis
Prancis juga masuk jurang resesi setelah pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 minus sebesar 5,7 secara year on year. Sedangkan Produk Domestik Bruto atau PDB pada kuartal I 2020 pertumbuhan ekonomi minus 19 persen.

Jika dilihat secara kuartal ke kuartal, pertumbuhan ekonomi Prancis telah minus 0,2 persen pada kuartal IV 2019. Pada kuartal I 2020, pertumbuhan ekonomi Prancis minus 5,9 persen dan pada kuartal II minus 13,8 persen secara kuartal ke kuartal.

3. Uni Eropa
Ekonomi Uni Eropa pada kuartal II-2020 kembali mengalami kontraksi sebesar -11,9 persen. Perolehan Produk Domestik Bruto atau PDB di tengah pandemi Covid-19 itu membuat mereka masuk ke jurang resesi setelah pada kuartal I 2020 pertumbuhan ekonomi minus 3,2 persen.

Baca berita selengkapnya di sini.

II. Merger Bank Syariah BUMN, Ma'ruf Amin dan Muhammadiyah Beda Pendapat

Wakil Presiden Ma'ruf Amin berbeda sikap dengan organisasi islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, soal rencana penggabungan atau merger bank syariah badan usaha milik negara (BUMN). Ma'ruf mendukung rencana itu, sementara Muhammadiyah menolak.

Dalam dialog tentang "Optimalisasi Kontribusi Ekonomi dan Perbankan Syariah di Era New Normal", Ma'ruf mengatakan merger ini tidak hanya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, melainkan juga dapat memperkuat kondisi perbankan secara nasional.

"Ini untuk memperkuat, dia bisa juga berperan untuk kepentingan dalam negeri dan bisa juga untuk luar negeri. Jangan terlalu banyak bank, tapi potensinya kecil-kecil," kata di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2020.

Alasan untuk menggabungkan bank-bank syariah milik BUMN tersebut, kata Ma'ruf, salah satunya karena belum adanya bank syariah nasional yang masuk kategori 20 besar di dunia. Dia menyebutkan akan ada tiga hingga empat bank syariah milik BUMN yang akan disatukan.

Baca berita selengkapnya di sini.

III. Erick Thohir: Jika Lulus Uji, 40 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Disuntikkan Januari

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan 40 juta dosis vaksin Covid-19 bisa langsung disuntikkan pada Januari-Februari 2021 seandainya lolos uji klinis tahap ketiga. Uji klinis fase ketiga calon vaksin Covid-19 sedang dipersiapkan oleh BUMN faramasi, Bio Farma, hasil kolaborasi dengan Sinovac dari Cina.

"Kami sedang cari relawan 1.620 orang rencananya akhir Agustus terkumpul, setelah itu diujicobakan awal September," ujar Erick dalam diskusi virtual bersama Kumparan, Jumat, 7 Agustus 2020.

Erick mengatakan, Bio Farma saat ini sudah menambah kapasitas produksi vaksin menjadi 250 juta dosis per tahun pada akhir Desember nanti dari sebelumnya 100 juta dosis per tahun. Menurut Erick, butuh anggaran Rp 1,3 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi vaksin Bio Farma.

Selanjutnya, Erick meminta masyarakat percaya dengan vaksin yang nanti akan dikeluarkan Bio Farma lantaran pemerintah telah menjamin produknya halal. Apalagi, perusahaan pelat merah itu telah memiliki pengalaman memproduksi vaksin sejak 1890 dan dipercaya lebih dari 150 negara dalam memproduksi 15 jenis vaksin. Bio Farma juga memiliki pangsa pasar 75 persen vaksin polio yang menyebar di seluruh dunia.

Baca berita selengkapnya di sini.

IV. 6 Fakta Subsidi Gaji BLT Pekerja di Bawah 5 Juta

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta akan mendapat bantuan langsung tunai dari pemerintah. Subsidi gaji BLT Pekerja ini  adalah bagian dari stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional dalam menanggulangi dampak Covid-19.

Berikut enam fakta mengenai BLT bagi pekerja:

1. Pemerintah Anggarkan Rp 31 T

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sebanyak 13,8 juta pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta akan mendapatkan BLT. Pemerintah kata dia, akan mengalokasikan anggaran untuk 13,8 juta pekerja mencapai Rp 31 triliun. 

2. Diberikan Langsung ke Rekening Pekerja

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir mengatakan BLT Pekerja yang bakal diberikan kepada para pekerja akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja. Mekanisme tersebut dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan dalam penyalurannya.

Baca berita selengkapnya di sini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT