Wapres Ma'ruf Amin Minta MUI Jadi Pusat Perubahan
TEMPO.CO | 07/08/2020 23:45
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Wapres meminta Majelis Ulama I
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri milad Majelis Ulama Indonesia atau MUI ke-45 yang digelar secara virtual, Jumat, 7 Agustus 2020.

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf, yang merupakan Ketua MUI non-aktif, menyerukan MUI agar menjadi pusat perubahan.

"Ke depan MUI harus jadi pusat perbaikan, pusat perubahan. Dan di mana-mana kita harus membangun zona-zona islahat, zona perbaikan, membangun pulau-pulau perbaikan," ujar Ma'ruf saat memberi sambutan dalam acara itu.

Sebagai lembaga yang banyak didengar, Ma'ruf mengatakan MUI banyak melakukan kajian. Tak hanya di masalah keagamaan saja, tapi juga masalah kemasyarakatan hingga masalah ekonomi masyarakat. Terlebih di saat pandemi menyerang Indonesia dan melumpuhkan banyak sektor.

"Oleh karena itu jangan sampai MUI hanya bisa melakukan ijtima, ijtima ulama saja. Hanya berkumpul-berkumpul, mengeluarkan statement. Tapi juga melakukan islahat wa islahat, membangun zona-zona, pulau-pulau, di berbagai tempat," kata Ma'ruf.

Apalagi, dia mengatakan MUI sudah memperoleh kepercayaan yang begitu besar. Saat ini, Ma'ruf mengatakan fatwa MUI banyak jadi landasan. Kepercayaan ini menurut dia tak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Salah satunya ditunjukkan dengan penggunaan standar halal MUI di berbagai negara.

"Banyak lembaga sertifikasi halal dunia menggunakan standar MUI karena mereka ingin memperoleh pengakuan dari MUI, artinya standar halal MUI mengglobal," kata Ma'ruf.

Dia mengatakan kepercayaan ini juga karena MUI tetap berjalan di atas jalan ulama, menggunakan bahasa ulama, menggunakan pendekatan ulama, dan menggunakan akhlak ulama.

"Karena itu hal ini harus kita jaga jangan sampai MUI kehilangan kepercayaan, jangan sampai MUI mengalami trust deficit," kata Ma'ruf Amin.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT