Anies Sebut Ekonomi Jakarta Cepat Pulih, Pengamat: Belum Tentu
TEMPO.CO | 07/08/2020 18:35
Ilustrasi keluarga belanja di supermarket kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Maret 2020. CANTIKA.COM/Silvy Riana Putri
Ilustrasi keluarga belanja di supermarket kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Maret 2020. CANTIKA.COM/Silvy Riana Putri

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom dari Institute for Development of Economics (Indef) Bhima Yudistira memperkirakan ekonomi Jakarta, belum tentu bakal cepat pulih.

Alasannya, perekonomian di Ibu Kota, yang menjadi pusat keuangan dan bisnis negara ini bakal berpengaruh dengan kondisi global yang telah diambang resesi.

"Ekonomi Jakarta cepat pulih belum tentu juga. Yang bagus sekarang justru Indonesia bagian timur," kata Bhima saat dihubungi, Jumat, 7 Agustus 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan perekonomian Ibu Kota bakal turun lebih tinggi ketimbang nasional pada kuartal II tahun ini. Berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik, perekonomian Indonesia di kuartal II ini turun 5,32% dibanding tahun lalu, sedangkan Jakarta turun 8,22%, lebih dalam.

"Sejak awal memang diperkirakan ekonomi Jakarta akan turun lebih dalam daripada nasional di saat krisis," kata Anies dalam unggahan di akun Instagramnya @aniesbaswedan, Rabu, 5 Agustus 2020. "Namun juga diperkirakan bahwa saat wabah terkendali maka ekonomi Jakarta termasuk yang akan rebound paling cepat, insyaAllah."

Menurut Bhima, sebagai Ibu Kota, perekonomian DKI mempunyai sensitivitas yang lebih besar ketimbang wilayah lain. Jadi, perekonomian DKI belum tentu bakal cepat pulih dibandingkan wilayah lain.

Pemulihan ekonomi DKI, kata dia, bakal menunggu pemulihan ekonomi global. Ia memperkirakan ekonomi global membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih kembali.

"Belum tahu kapan (ekonomi global pulih), tapi yang jelas perlu respon cepat antara pemerintah daerah menyeimbangkan ekonomi dengan kesehatan. Dua-duanya harus paralel."

Sejauh ini, ekonomi provinsi di bagian timur lebih baik karena faktor interkonektivitas dengan ekonomi global maupun nasional tidak terlalu besar. Apa yang terjadi di Jakarta belum tentu transmisinya cepat ke wilayah Indonesia timur. Saat ini dua wilayah di Indonesia bagian timur, yakni Maluku dan Papua masih tumbuh positif 2.36 persen pada kuartal II.

"Basis Indonesia Timur juga di pertanian dan perikanan. Ini sejalan dengan pertumbuhan sektor pertanian di kuartal yang sama positif 2.19 persen."


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT