Filipina Lewati Indonesia dengan Jumlah Covid-19 Terbanyak
TEMPO.CO | 06/08/2020 20:45
Penumpang yang memakai masker menaiki Jeepney dengan penghalang plastik di dalamnya untuk menjaga jarak sosial, di Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, 3 Juli 2020. Jeepney, yang masyarakat lokal menyebutnya dengan nama dyip atau dyipni, berbentuk seperti
Penumpang yang memakai masker menaiki Jeepney dengan penghalang plastik di dalamnya untuk menjaga jarak sosial, di Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, 3 Juli 2020. Jeepney, yang masyarakat lokal menyebutnya dengan nama dyip atau dyipni, berbentuk seperti mobil jeep dengan badan mobil yang memanjang ke belakang. REUTERS/Eloisa Lopez

TEMPO.CO, Manila – Otoritas kesehatan Filipina melaporkan jumlah total kasus Covid-19 di sana mencapai 119.460 pada Kamis, 6 Agustus 2020.

Ini setelah otoritas melaporkan ada 3.561 kasus baru Covid-19 pada Kamis ini.

Jumlah total ini melampaui Indonesia, yang sebelumnya mencatat jumlah Covid-19 terbanyak di ASEAN.

Otoritas kesehatan Indonesia mencatat jumlah kasus Covid-19 pada Kamis, 6 Agustus 2020 sebanyak 118.753 kasus.

Indonesia mencatat kenaikan 1.882 kasus baru Covid-19.

“Pengumuman jumlah kasus ini bersamaan dengan mengonfirmasi ekonomi mengalami resesi dengan penurunan 16.5 persen pada kwartal kedua ini,” begitu dilansir Nikkei Asian Review pada Kamis, 6 Agustus 2020.

Filipina mengalami lonjakan kasus baru Covid-19 sejak melakukan relaksasi lockdown pada Juni 2020. Mayoritas ekonomi Filipina berlangsung di Ibu Kota Manila.

Saat itu, pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan sebagian kegiatan ekonomi kembali aktif.

Saat itu, pemerintah beralasan jumlah kasus baru meningkat karena adanya peningkatan kapasitas tes Covid-29 dan perbaikan protokol pelaporan.

“Saya kira kami membuka ekonomi terlalu cepat,” kata Anthony Leachon, seorang dokter dan mantan penasehat pemerintah pada gugus tugas melawan Covid-19.

Leachon mengatakan pemerintah seharusnya melakukan relaksasi secara bertahap dan perlahan. “Mobilitas orang menjadi faktor besar dalam penularan Covid-19,” kata dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT