Simak 10 Hal Penting tentang Diskon Tagihan Listrik dan Token Gratis dari PLN
TEMPO.CO | 05/08/2020 05:31
Loket pembayaran listrik. TEMPO/Nickmatulhuda
Loket pembayaran listrik. TEMPO/Nickmatulhuda

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang waktu pemberian bantuan keringanan biaya listrik kepada pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Bantuan diberikan mulai dari diskon tagihan listrik sebesar 50 persen sampai token listrik gratis.

“Karena program ini sifatnya perpanjangan, PLN optimis tidak akan mengalami kendala, baik dari sisi waktu penyiapan maupun teknis pelaksanaan," kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 2 Agustus 2020.

Tempo mengumpulkan sejumlah catatan dari perpanjangan stimulus untuk pelanggan PLN ini, berikut di antaranya:

1. Meringankan beban masyarakat.

PLN menyatakan pemberian stimulus ini merupakan upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat, khususnya yang tidak mampu dan rentan dalam menghadapi masa pandemi Covid-19. 

Seluruh pelanggan PLN yang berhak mendapatkan pembebasan tagihan listrik maupun diskon sudah dimasukkan dalam sistem, sejak pemberian Stimulus Covid-19 sebelumnya.

2. Disiapkan Anggaran Rp 6,9 triliun

Diskon listrik ini adalah satu dari sekian kebijakan pelindungan sosial dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional. Untuk perlidungan sosial, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 203,9 triliun. Sedangkan khusus untuk diskon tagihan listrik ini, anggarannya mencapai 6,9 triliun.

3. Empat kriteria penerima keringanan

Tidak semua pelanggan PLN akan menerima bantuan ini. Bantuan hanya diberikan kepada pelanggan daya 450 VA dengan berbagai kriteria. Diskon juga diberikan kepada pelanggan 900 VA bersubsidi, yang sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial.

Ada tiga jenis golongan pelanggan yang mendapatkan keringanan dan durasi waktunya. Dua golongan pertama adalah rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi.

Untuk 450 VA, mereka dapat tagihan atau token gratis. Sementara untuk pelanggan 900 VA bersubsidi, mereka dapat diskon tagihan listrik sebesar 50 persen. Masa berlaku April sampai September 2020.

Dua golongan berikutnya adalah bisnis dan industri kecil 450 VA. Keduanya sama-sama dapat tagihan atau token listrik gratis dari Mei sampai Oktober 2020.

4. Total penerima 31,3 juta pelanggan

Bantuan ini diterima oleh setidaknya 31,3 juta pelanggan PLN. Untuk pelanggan 450 VA berjumlah 23,5 juta. Pelanggan 900 VA bersubsidi sebanyak 7,3 juta. Lalu, pelanggan bisnis dan industri kecil sebanyak 500 ribu pelanggan.

5. Pasca dan prabayar

Bagi pelanggan pascabayar, bantuan ini akan langsung masuk dalam tagihan masing-masing pelanggan. Sementara untuk pelangan prabayar atau yang menggunakan sistem token, besaran bantuan diperhitungkan berdasarkan rata-rata jumlah pemakaian pelanggan tertinggi antara bulan Januari hingga Maret 2020.

6. Cara mendapatkan

Bantuan ini bisa diperoleh, khususnya bagi pelanggan token, dengan membuka laman resmi www.pln.co.id. Kemudian pilih menu Stimulus Covid-19 (Token Gratis/Diskon).

Selanjutnya, masukkan ID pelanggan atau nomor meter. Lalu, token gratis akan ditampilkan di Layar. Pelanggan tinggal memasukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID pelanggan.

Selain itu, PLN juga menggunakan layanan WhatsApp untuk mempermudah pelanggan mendapatkan token listrik. Pertama buka aplikasi WhatsApp dan chat ke nomor 08122-123-123.

Selanjutnya, pelanggan bisa mengikuti petunjuk yang ada, salah salah satunya masukkan ID Pelanggan. Token gratis akan muncul dan pelanggan tinggal memasukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID pelanggan.

7. Pelanggan bisa datang ke kantor PLN

Untuk menjangkau pelanggan di daerah terpencil, PLN juga akan bekerjasama dengan perangkat pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan. Tujuannya untuk memastikan bantuan listrik selama pandemi Covid-19 dapat diterima masyarakat.

Pelanggan juga bisa mengunjungi kantor layanan PLN yang tersebar di Indonesia atau melalui Contact Center 123 untuk informasi lebih lanjut. “Kami akan terus memastikan stimulus listrik ini dapat diterima oleh masyarakat, sehingga dapat meringankan beban di tengah pandemi Covid-19 ini” kata Agung.

8. Program pembebasan rekening minimum

PLN juga tengah menyiapkan mekanisme pemberian stimulus Tarif Tenaga Listrik (TTL) pembebasan rekening minimum bagi pelanggan Sosial, Bisnis, dan Industri. Kini, untuk pelanggan industri, jika pemakaian pelanggan di bawah kWh minimum, maka pelanggan cukup membayar sesuai pemakaian kWh-nya.

Stimulus subsidi listrik dari pemerintah ini diberikan untuk meringankan beban pelanggan menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19. "Sebagai BUMN, PLN siap menjalankan kebijakan pemerintah untuk memberikan stimulus berupa pembebasan rekening minimum dan biaya beban," tutur Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bob Saril, Rabu, 29 Juli 2020 lalu.

9. Tiga golongan penerima

Jika sebelumnya ada empat, maka dalam program ini ada tiga golongan penerima subsidi. 

Pertama, Pembebasan Penerapan Ketentuan Rekening Minimum bagi pelanggan yang Memakai Energi Listrik di Bawah Ketentuan Rekening Minimum (40 jam nyala), diberlakukan bagi:

-Pelanggan Golongan Sosial daya 1300 VA ke atas (S2/1300 VA s.d. S-3/> 200 kVA)
-Pelanggan Golongan Bisnis daya 1300 VA ke atas (B1/1.300 VA s.d. B-3/> 200 kVA); dan
-Pelanggan Golongan Industri daya 1300 VA ke atas (I-1/1.300 VA s.d. I-4/30.000 kVA ke atas)

Kedua, Pembebasan penerapan ketentuan Jam Nyala Minimum bagi Pelanggan Golongan Layanan Khusus sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL).

Ketiga, Pembebasan Biaya Beban, diberlakukan bagi:

-Pelanggan Golongan Sosial daya 220 VA dan 900 VA (S-1/220 VA, S-2/450 VA, S-2/900 VA)
-Pelanggan Golongan Bisnis daya 900 VA (B-1/900 VA); dan
-Pelanggan Golongan Industri daya 900 VA (1-1/900 VA)

Pelanggan yang mendapatkan stimulus tarif ini, hanya perlu membayar sesuai dengan pemakaian riil. Sementara itu, selisih dari rekening minimum atau jam nyala minimum terhadap rekening realisasi pemakaian serta biaya beban menjadi stimulus yang dibayar Pemerintah. Stimulus ini berlaku sejak rekening Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember 2020.

10. Bantuan saat laba PLN anjlok

Meski demikian, di tengah berbagai bantuan ini, PLN sedang mengalami tekanan pada sisi laba perusahaan. PLN mencatat laba bersih pada semester I 2020 sebesar Rp 273,059 miliar. Angka ini anjlok sekitar 96 persen dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu, yang mencapai Rp 7,35 triliun.

Meski laba longsor, PLN masih mencatatkan kenaikan penjualan listrik sebesar 0,95 persen atau sebesar 1,129 GWh. Penjualan listrik yang pada semester I 2019 sebesar 118,522 GWh, kini menjadi 119,651 GWh.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT