Selasa, Pasien Covid-19 yang Sembuh di Bogor Tambah 8 Orang
TEMPO.CO | 05/08/2020 03:15
Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS
Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan Kota Bogor mengumumkan pasien sembuh dari Covid19 di Kota Bogor bertambah delapan orang. Sehingga hingga hari ini seluruh pasien kasus positif yang sembuh menjadi 202 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyampaikan pihaknya juga menemukan kasus baru warga Kota Bogor yang terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga kasus positif Covid-19 seluruhnya menjadi 306 kasus.

"Jumlah kasus positif sembuh menjadi 202 kasus dari kasus positif seluruhnya 306 kasus, sehingga persentase tingkat kesembuhan adalah 66,01 persen," kata Sri Nowo di Bogor, Selasa, 4 Agustus 2020.

Menurut Retno, dengan adanya tambahan kasus sembuh dan kasus positif baru, sehingga pasien kasus positif dalam penanganan di rumah sakit saat ini ada 83 kasus. Sedangkan kasus positif yang meninggal jumlahnya tetap 21 kasus.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan penyebaran kasus Covid-19 di Kota Bogor saat ini sebagian besar tertular dari transmisi antardaerah, baik warga Kota Bogor yang beraktivitas di luar kota maupun warga dari daerah zona merah yang beraktivitas di Kota Bogor.

Menurut Dedie, sampai Selasa, 4 Agustus 2020, tercatat ada sebanyak 306 warga Kota Bogor yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 kasus positif di antaranya, penularannya bersumber dari transmisi antardaerah.

Banyaknya penularan Covid-19 dari luar kota ini, kata dia, menjadi catatan serius bagi Pemerintah Kota Bogor, sehingga pemerintah membuat aturan, warga Kota Bogor yang akan ke luar kota agar melapor ke RT dan RW setempat untuk menjalani tes usap lebih dulu.

Sedangkan, untuk penegakan disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, kata dia, Pemerintah Kota Bogor akan memberlakukan sanksi administratif bagi warga Kota Bogor yang beraktivitas di tempat umum tapi tidak menggunakan masker.

"Selama sepekan ini dilakukan sosialisasi, dan mulai mulai pekan depan akan diterapkan sanksi administratif," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT