Selesaikan Pandemi, Sri Mulyani: Tugas Luar Biasa Berat, Belum Ada Presedennya
TEMPO.CO | 03/08/2020 09:31
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi pembina upacara pada peringatan ke-73 Hari Oeang di kompleks Kementerian Keuangan, Rabu, 30 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi pembina upacara pada peringatan ke-73 Hari Oeang di kompleks Kementerian Keuangan, Rabu, 30 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui tantangan yang harus dihadapi pemerintah untuk menangani pandemi Corona adalah tugas yang sangat berat. Sebab, krisis yang ditimbulkan akibat penyebaran wabah Covid-19 tersebut belum pernah terjadi di dunia.

“Ini suatu tugas yang luar biasa berat, yang sampai hari ini belum ada presedennya. Selama Kementerian Keuangan lahir, kita belum pernah hadapi ini,” kata Sri Mulyani saat memberikan sambutan pada acara penyembelihan hewan kurban Kementerian Keuangan yang digelar secara virtual pada Senin, 3 Agustus 2020.

Sri Mulyani mengatakan Kementeriannya akan terus menggunakan instrumen kebijakan, pemikiran, dan mandat yang diberikan undang-undang untuk mengatasi kondisi dan tantangan akibat Covid-19 agar dampaknya tidak terus meluas, baik bagi kesehatan maupun sosial dan ekonomi. Ia pun meminta para pejabat di lingkungannya untuk peduli terhadap tantangan ini.

Masih dalam suasana Idul Adha 1441 Hijriah, Sri Mulyani mengatakan kurban yang diberikan oleh pimpinan di Kementerian Keuangan sebaiknya dimaknai lebih luas, yakni terkait dengan penanganan Covid-19.  Dia mengajak jajaran pimpinan kementerian untuk mengoptimalkan kinerja.

“Secara lebih besar, kurban harus ditunjukkan dengan usaha maksimal dan dedikasi untuk terus merumuskan menjalankan dan meyakinkan kebijakan dan instrumen keuangan negara bisa digunakan untuk mengatasi pandemi,” kata Sri Mulyani.

Adapun instrumen kebijakan itu diwujudkan dalam bentuk bantuan terhadap sektor kesehatan, bantuan sosial kepada masyarakat miskin, serta korporasi hingga UMKM agar bisa mempertahankan bisnisnya dan tidak melakukan PHK terhadap karyawan. Kementerian Keuangan juga menyusun skema bantuan untuk pemerintah daerah.  

Pada Idul Adha tahun ini, Kementerian Keuangan mengambil tema yang relevan dengan situasi penyebaran Covid-19, yakni “Kemenkeu Peduli di Masa Pandemi”. Menurut Sri Mulyani, suasana lebaran terasa berbeda karena terjadi di tengah pandemi.

“Kita masih dalam suasana waspada akibat pandemi,” katanya. Karena itu, Sri Mulyani meminta masyarakat tetap memenuhi protokol kesehatan saat melakukan pemotongan hewan kurban.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT