Anda Punya Emas Saat Ini ? Simak Saran Perencana Keuangan
TEMPO.CO | 31/07/2020 09:55
Pengunjung melakukan transaksi jual beli emas di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Pengunjung melakukan transaksi jual beli emas di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - CEO & Chief Planner PT. Zapfindo Arzieta Perdana (ZAP Finance), Prita Hapsari Ghozie memiliki saran bagi para pemilik emas di tengah kenaikan harga.

"Saya sarankan tetap berpegang pada rencana keuangan masing-masing. Artinya, tanyakan kepada diri sendiri apa motivasi sebagai investor emas?," kata Prita saat dihubungi melalui email, Jumat, 31 Juli 2020.

Jika mencari penempatan dana yang aman atau safe haven, kata dia, tetap pegang saja hingga butuh dana tunai.

"Jika mencapai tujuan tertentu, jika nilai rupiahnya sudah mencapai target, emasnya dijual dan simpan dananya di tabungan/reksa dana pasar uang hingga tujuan tersebut perlu dibayar," ujarnya.

Jika mencari keuntungan, kata dia, artinya memanfaatkan selisih harga jual-beli. Jika sudah untung antara 10 persen hingga 15 persen, dia menyarankan untuk menjual saja.

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada perdagangan kemarin, naik Rp 3 ribu bandingkan dengan dua hari sebelumnya. "Harga emas batangan satu gram Rp 1.016.000," seperti ditulis dalam situs resmi logammulia.com.

Dia menilai penyebab harga emas dunia naik dilihat dari beberapa hal, yaitu, karena update kondisi hubungan Amerika Serikat dan Cina hingga kekhawatiran penurunan ekonomi di berbagai negara.

"Di Indonesia sendiri, harga emas dalam rupiah juga terpengaruh dengan kurs nilai tukar ya," kata dia.

Sedangkan sebelumnya, Perencana keuangan Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan, jika seseorang baru akan membeli emas sekarang ini untuk investasi rutin, maka tidak masalah. Namun jika investasi emas itu dilakukan untuk spekulasi, maka sudah tidak menguntungkan. “Sudah kemahalan,” ia menuturkan.

HENDARTYO HANGGI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT