Bank Mandiri Optimistis Kredit Tumbuh Positif Tahun Ini
TEMPO.CO | 30/07/2020 03:00
Menkeu Sri Mulyani Indrawati (kanan), tengah berbincang dengan Dirut Bank Mandiri Royke Tumilaar pada acara Mandiri Investment Forum 2020 Indonesia : Advancing Investment-Led Growth, di Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.  Salah satu hal yang disampaikan adal
Menkeu Sri Mulyani Indrawati (kanan), tengah berbincang dengan Dirut Bank Mandiri Royke Tumilaar pada acara Mandiri Investment Forum 2020 Indonesia : Advancing Investment-Led Growth, di Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020. Salah satu hal yang disampaikan adalah kebijakan makro ekonomi dan sektoral serta potensi-potensi investasi di Tanah Air. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memastikan kredit tumbuh positif tahun ini. Perseroan pun akan mengusulkan revisi rencana bisnis bank dalam waktu dekat.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakanĀ perseroan akan tetap melakukan revisi target bisnis tahun ini. "Angkanya belum bisa kami sampaikan, tetapi akan tetap tumbuh positif," katanya dalam webminar Sekolah Politik Indonesia, Rabu, 29 Juli 2020.

Dia mengatakan perseroan saat ini mencermati potensi adanya second wave dari pandemi virus corona tahun ini.

"Kami juga akan melihat kebijakan-kebijakan yang mungkin akan berubah yang nantinya dapat berdampak pada kinerja pertumbuhan ekonomi," katanya.

Perseroan tergolong cukup banyak mendapat insentif dari pemerintah mulai dari penempatan dana, penjaminan kredit UMKM, dan terbaru penjaminan kredit korporasi.

Sebelumnya, Royke pernah menyebutkan pihaknya memperkirakan pertumbuhan kredit perseroan di kisaran 1 sampai 2 persen.

Setelah aktivitas ekonomi yang berhenti pada kuartal II 2020, Bank Mandiri mengharapkan pada kuartal III 2020 kembali terjadi pertumbuhan kredit.

Menurutnya, optimisme Bank Mandiri untuk tetap tumbuh di tengah ekonomi yang menunjukkan angka sebaliknya sudah cukup bagus. Apalagi saat ini beberapa bisnis mulai berjalan.

Adapun berdasarkan data Kementerian Keuangan, Bank Mandiri akan melakukan penyaluran kredit produktif, padat karya, ketahanan pangan, dan mendukung sistem logistik nasional dengan target Rp21 triliun.

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT