Jet Tempur Jepang Siaga Hadapi Jet Tempur Cina
TEMPO.CO | 29/07/2020 17:39
Foto yang dirilis 26 Oktober 2014, menunjukkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, berdiri di depan mikrofon, meninjau jet tempur F-15J Angkatan Udara Jepang selama Air Review di Hyakuri Pangkalan Udara, utara Tokyo. (Foto AP / Eugene Hoshiko, File)
Foto yang dirilis 26 Oktober 2014, menunjukkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, berdiri di depan mikrofon, meninjau jet tempur F-15J Angkatan Udara Jepang selama Air Review di Hyakuri Pangkalan Udara, utara Tokyo. (Foto AP / Eugene Hoshiko, File)

TEMPO.CO, Tokyo – Pilot jet tempur Jepang, Letnan Kolonel Takamichi Shirota, mengatakan negaranya mengalami peningkatan tekanan untuk mengamankan wilayah udara terutama di sebelah barat daya seperti Kepulauan Senkaku.

Para pilot angkatan udara Jepang mendengar lebih dari dua kali sehari sirene tanda bahaya karena adanya pelanggaran batas wilayah oleh jet tempur Cina.

“Mayoritas pelaku terkait pelanggaran wilayah udara ini adalah pesawat jet tempur dari Tentara Pembebasan Rakyat Cina,” kata Shirota seperti dilansir CNN pada Rabu, 29 Juli 2020.

Selama tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2020, jet tempur Jepang melakukan 947 penerbangan untuk mencegat pesawat yang melintasi wilayah udaranya.

“Sekitar 70 persen upaya pencegatan kami lakukan di wilayah udara barat daya,” kata Shirota.

Ini adalah area dengan kepulauan tak berpenghuni yang disebut Jepang sebagai Senkaku dan Diaoyu oleh Cina.

Wilayah udara ini juga mencakup daerah Okinawa, yang merupakan lokasi Pangkalan Udara Kadena dari militer Amerika Serikat.

Pangkalan udara ini menjadi salah satu andalan AS saat mengerahkan jet tempur terkait wilayah sengketa Laut Cina Selatan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT