Penanganan Dampak Covid-19, Luhut Ingin RI Tiru Jerman, Taiwan, dan Rusia
TEMPO.CO | 27/07/2020 19:43
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jalan MH Tham
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu petang, 13 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta semua pihak meniru Jerman, Taiwan, dan Rusia dalam hal memulihkan negara dari dampak Covid-19.

Luhut mengatakan tiga negara tersebut bisa cepat pulih dari dampak pagebluk lantaran melakukan sinergi yang sangat terpadu. "Negara-negara seperti Jerman, Taiwan dan Rusia dikategorikan sebagai negara yang paling cepat bisa pulih dari keadaan ini. Oleh karena itu, saya berharap agar kita kompak," ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin, 27 Juli 2020.

Ia pun berharap Indonesia bisa padu seperti halnya tiga negara tersebut. Dia mengatakan Tanah Air harus terintegrasi untuk bangkit dari permasalahan ini. "Kita padu, terintegrasi menyelesaikan masalah ini dan tidak boleh ada salah-menyalahkan," kata Luhut.

Kalau ada kekurangan dari satu tempat atau lini, ujar dia, semua pihak harus harus saling memperbaiki. "Tidak dalam suasana untuk merasa siapa yang paling baik dalam konteks ini."

Luhut mengatakan saat ini pemerintah telah memiliki program dukungan pembiayaan untuk Pemerintah Daerah (Pemda) dan penempatan dana pemerintah di Bank Pembangunan Daerah (BPD) adalah wujud komitmen dari Pemerintah Pusat dalam mendorong pemulihan kondisi perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19. 

“Covid-19 ini berdampak signifikan terhadap penurunan Pendapatan Asli Daerah sehingga mengganggu keuangan dan rencana belanja daerah. Oleh karena itu, Pemerintah Pusat memberikan fasilitas pinjaman daerah untuk membantu hal tersebut,” kata dia.

Luhut menyebutkan bahwa total anggaran yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat sebanyak 15 triliun rupiah. Selain fasilitas pinjaman daerah, Pemerintah Pusat akan melakukan penempatan dana di  tujuh Bank Pembangunan Daerah (BPD) senilai 11,5 triliun rupiah.

"Dan sekarang terlihat berjalan dengan baik dan seterusnya ke bawah. Dengan adanya penempatan dana di BPD ini, diharapkan penyaluran kredit BPD tersebut dapat lebih banyak, sehingga membantu mempercepat pemulihan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Melalui kesempatan ini, Luhut menjelaskan rencana Pemerintah Pusat yang dalam minggu ini akan meluncurkan program penjaminan pinjaman untuk sektor korporasi Non-UMKM dan Non-BUMN. 

Ia berharap dengan program ini dapat membuat Indonesia lebih bagus dan tidak terperosok lebih jauh daripada keadaan sekarang ini.  “Saya yakin itu bisa kita lakukan, karena dari waktu ke waktu teamwork kita semakin baik,” katanya.

CAESAR AKBAR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT