Ikuti AS, Australia Serang Cina Soal Klaim Laut Cina Selatan
TEMPO.CO | 25/07/2020 15:32
Laut China Selatan dan dan Sembilan Garis Putus-putus
Laut China Selatan dan dan Sembilan Garis Putus-putus

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Australia telah bergabung dengan Pemerintah Amerika untuk menyerang Cina soal klaimnya di Laut Cina Selatan. Dalam deklarasi yang telah diserahkan ke kantor PBB di New York, Jumat kemarin, Australia menyatakan klaim Cina bertentangan dengan hukum internasional.

"Australia menolak klaim Cina atas hak dan kepentingan maritim yang telah berjalan selama puluhan tahun di Laut Cina Selatan," ujar deklarasi Australia di PBB, dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu, 25 Juli 2020.

Sebagaimana telah diberitakan, Cina mengklaim mayoritas perairan Laut Cina Selatan sebagai milik mereka. Mereka menyebutnya sebagai Nine Dash Line dan mengklaim sejarah yang menentukan hal tersebut.

Berbekal klaim tersebut, Cina mencoba menghalangi aktivitas-aktivitas negara lain, terutama negara ASEAN, di Laut Cina Selatan. Langkah-langkah keras dipakai, mulai dari menerjunkan kapal coast guard untuk mengganggu kapal-kapal tetangga hingga menenggelamkan kapal tersebut.

Cina juga membangun dua pulau buatan di Spratly dan Paracel. Keduanya dilengkapi dengan perlengkapan militer yang bisa dipakai sewaktu-waktu jika dibutuhkan, baik untuk mengancam atau menyerang. Namun, keberadaan dua pulau itu ditentang Vietnam dan Filipina yang merasa pembangunannya melanggar wilayah kedaulatan mereka.

Pemerintah Australia mendukung kedua negara tersebut. Menurut mereka, langkah Cina menjadikan Paracel dan Spratley sebagai yurisdiksi baru juga tidak berdasar. Landasan hukum yang mereka pakai tidak diakui komunitas internasional.

Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo, mendukung langkah Australia. Ia pun mengatakan Amerika dan sekutu-sekutunya harus lebih kreatif dan kuat dalam menghadapi Cina.

"Karena tindakan-tindakan Beijing telah mengancam rakyat dan kesejahteraan kita," ujarnya menegaskan.

ISTMAN MP | REUTERS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT