Begini Rekayasa di Jalan MH Thamrin Dampak MRT Jakarta Fase 2
TEMPO.CO | 25/07/2020 03:56
Pekerja menyelesaikan pengerjaan jembatan layang integrasi antara Stasiun MRT ASEAN dengan Halte Transjakarta CSW koridor 13, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Diperkirakan proyek pembangunan skybridge ini menelan biaya Rp30 miliar. TEMPO / Hilman Fathurr
Pekerja menyelesaikan pengerjaan jembatan layang integrasi antara Stasiun MRT ASEAN dengan Halte Transjakarta CSW koridor 13, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Diperkirakan proyek pembangunan skybridge ini menelan biaya Rp30 miliar. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta -Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta mengumumkan rekayasa lalu-lintas di sepanjang Jalan MH Thamrin imbas pembangunan jalur MRT Jakarta fase 2 dengan rute Bundaran HI-Kota Tua.

Secara garis besar, rekayasa lalulintas itu dibagi dalam dua periode waktu. Periode pertama 24 Juli 2020-30 November dan periode kedua 1 Desember 2020-30 Maret 2021.

"(Untuk periode pertama) Akan terjadi pengurangan satu lajur di sepanjang area pengerjaan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 24 Juli 2020.

Pengerjaan proyek di periode pertama itu merupakan pelebaran jalan (detour) di sepanjang Jalan MH Thamrin dengan titik-titik sebagai berikut:

1. Pelebaran Jalan MH Thamrin sisi meter di depan Gedung Sinarmas
2. Pelebaran Jalan MH Thamrin sisi timur mulai dari depan Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) hingga Gedung Bank Indonesia (BI)
3. Pelebaran Jalan MH Thamrin sisi barat mulai dari depan Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga Thamrin 10.

Selain penutupan satu lajur untuk jalur kendaraan, halte TransJakarta Bank Indonesia diputuskan untuk dibongkar.

"Itu digantikan dengan pembuatan Halte TransJakarta sementara," ujar Syafrin.

Selanjutnya untuk rekayasa lalu-lintas periode kedua, pengerjaan proyek MRT Jakarta fase 2 akan menggunakan jalur TransJakarta sebagai area pengerjaan.

Karena itu diputuskan pelayanan halte TransJakarta BI akan dipindahkan ke halte sementara di sisi timur Gedung BI dan di depan Wisma Mandiri.

Jalur TransJakarta pun mengalami perubahan yang sebelumnya menggunakan jalur kendaraan biasa atau 'mix traffic' akan berpindah ke jalur paling kiri menyesuaikan dengan keberadaan halte sementara.

"Pelebaran Jalan MH Thamrin di sisi barat dan timur (yang dikerjakan pada periode pertama) dapat digunakan untuk lalu lintas," ujar Syafrin.

Selama pengerjaan proyek MRT Jakarta fase 2 itu, Syafrin mengimbau warga agar menghindari ruas jalan yang mengalami rekayasa lalu lintas sehingga terhindar dari kemacetan.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT